
SOLO, suaramerdeka.com - Bengawan Travel Maret (BTM) akan kembali digelar pada 28 April hingga 1 Mei mendatang. Pelaku wisata dari Asean dan China akan dibidik sebagai buyer utama.
Ketua panitia BTM yang kali ketiga ini, Daryanto menjelaskan, tahun ini acara promosi wisata rutin itu akan dikemas sedikit berbeda. Salah satunya dengan penegasan branding Solo pada nama acara. Tahun ini, judul kegiatan diubah dari Bengawan Travel Mart menjadi Bengawan Solo Travel Mart. "Tapi penyebutannya tetap BTM," papar dia saat ditemui sejumlah wartawan, Kamis (9/2).
Tidak hanya dari segi nama, perubahan juga akan dilakukan dari sisi peserta BTM. Dia menyebut, pada kegiatan sebelumnya, kebanyakan seller berasal dari kalangan perhotelan. Tahun ini, dia meminta peran lebih dari anggota Association of The Indonesia Tour and Travel (Asita) Solo untuk menjadi seller.
Tahun kemarin, hanya 15 persen peserta berasal dari biro perjalanan. "Kami tidak akan terlalu banyak menargetkan peserta baik dari sisi seller atau buyer. Sekitar 100 peserta saja asal potensial," imbuh dia.
Pada 22 Februari ini, Daryanto mengemukakan, akan berangkat ke travel fair di Singapura. Salah satunya untuk mempromosikan BTM. Negara Asean dan China akan disasar sebagai negara buyer. Pihaknya juga sudah mengajukan kerja sama dengan maskapai penerbangan nasional untuk bisa memberikan dukungan penyediaan akomodasi bagi buyer dari luar negeri tersebut.
( Astuti Paramita / CN26 / JBSM )