
SOLO, suaramerdeka.com - Bank BRI menargetkan bisa menggaet sebanyak 100 merchant untuk diajak kerja sama dalam menyediakan pelayanan e-money dengan kartu Brizzi. Diharapkan layanan tersebut bisa turut menekan peredaran uang tunai di Solo.
Pimpinan Bank BRI Kantor Cabang Utama (KCU) Solo Sudirman, Danang Widiyoko menyampaikan, produk tersebut terbilang baru. Baru akhir tahun kemarin diperkenalkan ke publik Solo. Kartu Brizzi diibaratkan layaknya dompet, nasabah tidak perlu membawa uang tunai.
Untuk bertransaksi, nasabah cukup menyentuhkan kartu tersebut ke mesin electronic data capture (EDC). Belum ada target khusus berapa jumlah pemegang kartu. Saat ini, pihaknya masih fokus pada edukasi ke masyarakat. Karena itu, kartu ini akan disediakan secara gratis bagi nasabah yang berminat.
Funding Officer BRI KCU Sudirman, Rita Dewi Chayarini menambahkan, selain untuk menekan peredaran uang tunai, kartu ini sebenarnya menangkap pasar yang belum tergarap dari kartu kredit. Kartu kredit biasa digunakan untuk transaksi dalam jumlah besar.
Sementara, e-money digunakan untuk transaksi dengan jumlah yang lebih kecil. Karena itu, merchant yang digandeng berbeda dengan merchant kartu kredit. Kartu juga hanya bisa diisi hingga maksimal Rp 1 juta.
Saat ini pihaknya telah menjalin kerja sama dengan beberapa merchant. Seperti SPBU, toko pakaian, serta minimarket. Bahkan, kartu ini juga bisa digunakan untuk membeli tiket Bus Werkudara.
"Memang, masih sedikit merchant yang bisa melayani kartu Brizzi. Kami menargetkan untuk tahun ini ada 100 merchat yang akan diajak bergabung. Produk ini sudah sukses di Yogyakarta sebelumnya. Setidaknya ada 150 merchant yang ada," ucapnya.
Sebenarnya, lanjut dia, beberapa merchant lain sudah menyatakan kesediaannya untuk bekerja sama. Sayang, karena kartu ini belum diluncurkan secara resmi, mereka masih enggan untuk memasang mesin EDC. Rencananya, BRI akan secara resmi meluncurkan kartu ini di Solo bersamaan dengan peresmian smartcard Batik Solo Trans (BST).
( Astuti Paramita / CN26 / JBSM )