
BLORA, suaramerdeka.com - Warga di 19 desa yang berada di 10 kecamatan di Blora menghendaki Pemkab segera membangun sarana dan prasarana air bersih di desa mereka. Pasalnya hingga kini sebagian warga di desa tersebut kerap masih merasakan kesulitan mendapatkan air bersih.
Ke-19 desa itu adalah Desa Tempurejo (Kecamatan Blora), Desa Semanggi (Jepon), Desa Genjahan (Jiken), Desa Mojowetan dan Desa Balongsari (Banjarejo), Desa Talokwohmojo dan Desa Karangjong (Ngawen), Desa Ngapus (Japah) serta Desa Cungkup dan Desa Botoreco (Kunduran).
Selain itu Desa Kacangan, Desa Candid an Desa Bedingin (Kecamatan Todanan), Desa Mernung, Desa Kapuan, Desa Mulyorejo dan Desa Jipang (Cepu) serta Desa Medalem di Kecamatan Kradenan. Itu terjadi lantaran keberadaan sumber air bersih cukup jauh dari pemukiman warga. Kalaupun ada, warga harus antre untuk mendapatkan air bersih.
"Kami mendengar di desa ini akan dapat bantuan program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) 2012. Kami mohon segera saja direalisasikan, supaya ketika memasuki musim kemarau warga desa sini tidak kesulitan mendapat air bersih lagi," ujar Widodo, salah seorang warga Desa Karangjong Kecamatan Ngawen, Kamis (9/2).
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU), Dewi Tedjowati, membenarkan Desa Karangjong merupakan satu dari sejumlah desa yang mendapatkan program Pamsimas tahun ini. "Kami rencanakan Pamsimas 2012 dilaksanakan di 19 desa," tandasnya.
Menurut Dewi Tedjowati, selama ini program Pamsimas telah dilaksanakan di 52 desa di Blora. "Sasaran dari program Pamsimas adalah kelompok warga miskin di pedesaan dan pinggiran kota yang memiliki prevalensi penyakit terkait air yang tinggi dan belum mendapatkan akses layanan air minum dan sanitasi yang memadai," kata Dewi Tedjowati.
Dana program Pamsimas berasal dari empat sumber. Yakni Bank Dunia, pemerintah pusat, Pemkab serta partisipasi masyarakat.
( Abdul Muiz / CN26 / JBSM )