
KULONPROGO, suaramerdeka.com – SMP I Bopkri Wates, Kulonprogo kekurangan komputer untuk proses pembelajaran siswa terutama mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi. Karenanya, saat praktik siswa harus bergantian memakai komputer.
Menurut Kepala SMP I Bopkri, Siti Mangesti untuk pembelajaran siswa hanya tersedia empat unit komputer dan satu unit laptop. Jumlah itu jelas sangat kurang untuk proses belajar mengajar seluruh siswa sebanyak 55 siswa.
"Seharusnya minimal ada 20 komputer, sehingga paling tidak satu computer bisa untuk dua siswa. Selama ini karena komputer kurang maka untuk praktiknya siswa harus gantian," ungkapnya, Rabu (8/2) usai menerima kunjungan dari tim Rumah Aspirasi Agus Bastian (anggota Komisi V DPR RI).
Selain kurangnya fasilitas komputer, permasalahan yang dihadapi sekolah itu berupa minimnya fasilitas asrama untuk menampung para siswa. Asrama yang berdiri sejak tahun ajaran 2011 lalu itu untuk menampung anak-anak yatim dan dari keluarga miskin yang putus sekolah. Sehingga mereka bisa melanjutkan sekolah di SMP I Bopkri.
( Panuju Triangga / CN32 / JBSM )