
JAKARTA, suaramerdeka.com - Amir Syamsuddin membantah jabatannya sebagai Sekretaris Dewan Kehormatan Partai Demokrat dicopot. Sebaliknya, Amir menegaskan, dirinya memilih mengundurkan diri dari jabatan partai karena ingin berkonsentrasi sebagai Menteri Hukum dan HAM.
"Tidak ada pencopotan, yang ada saya mengundurkan diri. Kenapa? Karena saya harus berkonsentrasi suntuk tugas saya sebagai Menkumham," kata Amir di kantor Kementerian Hukum dan HAM, Rabu (8/2).
Menurut Amir, dirinya harus berkonsentrasi untuk melaksanakan tugasnya sebagai Menkumham. Karena, ketika dia melakukan rangkap jabatan sebagai Sekretaris DK Partai Demokrat, banyak tugasnya yang berkaitan dengan kemasyarakatan tidak
tergarap.
Selain itu, dia berharap, pengunduran dirinya untuk menjaga netralitasnya sebagai pemerintah. "Ya saya kira itu lebih bagus juga (netral). Karena posisi DK itu dianggap sebagai posisi kekuasaan. Tapi bagi saya yang lebih penting adalah mengabdikan sisa masa tugas saya (sebagai menteri)," kata Amir.
Dia mengatakan, sebenarnya dirinya sudah lama mengajukan pengunduran diri. Amir pun mengusulkan, penggantinya adalah senior di Partai Demokrat yang sedang sedang tidak memiliki jabatan di pemerintahan. Amir membantah, pengunduran dirinya ini terkait dengan kisruh di Partai Demokrat saat ini. Terutama, setelah dia menandatangani pencopotan salah satu kader Partai Demokrat, Angelina Sondakh kemarin.
"Wah tidak ada itu. Tidak ada urusan sama sekali dengan itu (masalah di Partai Demokrat)," tegas Amir.(J13)
( Mahendra Bungalan / CN32 / JBSM )