
KANTOR KAS BARU: Sejumlah pejabat BNI dan tamu undangan melihat ruang kantor kas BNI Gajah Semarang yang mulai diresmikan dibuka, Rabu (8/2). (suaramerdeka.com/Maulana M Fahmi)
SEMARANG, suaramerdeka.com - BNI Kantor Kas Gajah menargetkan capaian DPK individu yang lebih besar dibanding institusi. Prosentase untuk individu ditarget 75% sedangkan sisanya adalah institusi.
"Makin besar DPK individu makin baik," kata Kepala Pimpinan BNI Wilayah Semarang, Bambang Kuncoro, pada pembukaan kantor kas BNI Gajah, Rabu (8/2).
Untuk itu, dijelaskan Bambang, pihak BNI telah menyiapkan tim tersendiri guna membidik nasabah individu. Hal serupa juga dilakukan untuk institusi. "Mereka nantinya tidak hanya menunggu nasabah datang tetapi menerapkan sistem jemput bola," katanya.
BNI Kantor kas Gajah sendiri merupakan outlet yang ke 129. Pada semester pertama ini ditargetkan adanya penambahan sejumlah outlet. "Untuk menentukan penambahan kami akan melakukan evaluasi terlebih dahulu. Evaluasi tersebut bisa dilakukan tiap tiga bulan, sehingga ketika memasuki semester kedua sudah bisa diputuskan penambahan yang akan dilakukan," tuturnya.
Di tahap awal, dijelaskannya, BNI tidak muluk-muluk dalam menentukan target. Hingga awal tahun ditetapkan target sebesar Rp 50 miliar untuk DPK. Selain itu juga dialokasikan pembiayaan KUR sebesar Rp 5 miliar. "Untuk KUR kami juga tidak menetapkan banyak," kata dia.
Berdasarkan survei, Bambang menambahkan, pihaknya perlu melakukan perhitungan matang sebelum memberikan kucuran dana. Pasalnya, berdasarkan pengalaman sebelumnya, dana yang terlalu banyak justru menjadikannya tidak tepat sasaran. "Penerima dana terkadang justru memanfaatkan untuk hal-hal di luar usaha," imbuhnya.
( Maulana M Fahmi / CN31 / JBSM )