panel header


AMBEG PRAMA ARTA
Memberikan Prioritas Pada Hal-hal Yang Mulia
panel menu
panel news ticker
Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
08 Februari 2012 | 18:49 wib
Hari Pers Nasional, Wartawan Gelar Ritual
image

MAGELANG, suaramerdeka.com — Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2012 di Kabupaten Magelang berjalan unik dan menarik, Rabu kemarin. Puluhan wartawan dan seniman menggelar 'ritual jamasan' terhadap peralatan kerja jurnalis seperti kamera, kamera video, tape recorder, blocknote sampai ID Card.

Mereka mengenakan pakaian adat Jawa mulai baju lurik hingga kain jarik dan ikat kepala. Acara ini diikuti oleh seluruh wartawan yang biasa melakukan peliputan di wilayah Kabupaten Magelang. Para wartawan ini tergabung dalam Forum Jurnalis Magelang (FJM). Peringatan HPN 2012 ini diawali dengan doa bersama. Selanjutnya, para awak jurnalis melakukan kirab peralatan kerja. Mereka membawa dua nampan besar, satu untuk membawa tumpeng dan satu lagi membawa piranti liputan.

Prosesi ritual ini dipimpin oleh Umar Khusaini dari Komunitas Seniman Borobudur Indonesia (KSBI). Kirab wartawan berakhir di bawah pohon Munggur raksasa di Pondok Tingal, Borobudur. Seluruh piranti ritual seperti, kamera, tumpeng dan air suci kemudian diletakkan di bawah pohon.

Sejumlah seniman KSBI kemudian melakukan performance art untuk menggambarkan proses kerja dan tantangan seorang wartawan. Wartawan yang dalam pekerjaannya dituntut untuk selalu obyektif, independen dan membela kebenaran diganggu oleh kepentingan tertentu yang dilambangkan sebagai buto cakil.

Buto Cakil ini mencoba merebut kamera wartawan dan kemudian mempengarungi pemberitaan. Namun, berkat kekompakan dan kesolidan para wartawan, pengganggu tersebut bisa dipinggirkan. Selanjutnya, peralatan kerja wartawan dibersihkan dengan menggunakan air suci dan bunga mawar.

”Performance ini merupakan ilustrasi bahwa selama melaksanakan tugas jurnalistik wartawan selalu mendapat gangguan dari kepentingan tertentu. Ini mengingatkan kami untuk selalu obyektif, independen dan membela kebenaran," kata Ketua FJM Muhtar Lutfi.

Umar Khusaeni mengatakan prosesi jamasan ini dilakukan supaya wartawan bisa selalu menunaikan tugasnya dengan baik dan dilindungi Allah SWT. Ia pun mengajak semua seniman dan budayawan untuk mendoakan para kuli tinta. ”Semoga para wartawan Magelang dalam melakukan peliputan selalu mendapatkan lindungan dari Tuhan,” tambah dia.

Kapolres Magelang AKBP Guritno Wibowo mengatakan pihaknya ingin bersinergi dengan FJM dalam upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Ia mengakui peran wartawan sangat penting dalam menyosialisasikan informasi kepada masyarkat. ”Tetaplah independen, berimbang dan sesuai realitas,” pinta AKBP Guritno Wibowo.

( MH Habib Shaleh / CN34 / JBSM )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
27 Mei 2012 | 11:30 wib
Dibaca: 12
27 Mei 2012 | 11:15 wib
Dibaca: 95
27 Mei 2012 | 10:59 wib
Dibaca: 147
27 Mei 2012 | 10:50 wib
Dibaca: 125
27 Mei 2012 | 10:40 wib
Dibaca: 86
Panel menu tepopuler dan terkomentar
Berita Terpopuler
FOOTER