panel header


DHUWUR WEKASANE, ENDHEK WIWITANE
Akhirnya Mulia, yang semula sederhana
panel menu
panel news ticker
Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
08 Februari 2012 | 18:05 wib
Harga Kedelai Naik, Perajin Tempe Mengeluh

PURWOREJO, suaramerdeka.com - Kenaikan harga kedelai dalam beberapa pekan terakhir dikeluhkan para perajin tahu dan tempe di Kabupaten Purworejo. Bukan hanya itu, ongkos produksi juga naik drastis setelah harga kayu bakar dan ragi ikut mengalami kenaikan.

Sa'diyah (43), salah satu perajin tempe dan tahu mengungkapkan, harga kedelai naik dari Rp 4.800 per kilogram menjadi Rp 5.800 per kilogram. "Kenaikan itu sudah sangat memberatkan perajin kecil seperti kami ini," katanya.

Sedangkan harga kayu bakar naik dari Rp 350 ribu per rit menjadi Rp 400 ribu per rit. Demikian pula harga ragi tempe naik dari Rp 7.000 menjadi Rp 8.000. Perajin mengeluh karena kenaikan biaya produksi itu bisa bisa diimbangi dengan kenaikan harga jual barang.

"Kami tidak berani menaikkan harga jual tahu dan tempe karena konsumen langganan bisa mengeluh. Perajin sangat dilematis dengan kondisi ini," katanya.

Sebagian perajin sudah ada yang berani menaikkan harga jual. Seperti Agung Nugroho (25) yang menaikkan harga tempe dari Rp 2.500 per bungkus menjadi Rp 2.600 per bungkus.

"Awalnya disiasati dengan mengecilkan ukuran tempe. Namun, karena strategi itu kurang berhasil, akhirnya terpaksa dinaikkan harga jualnya," katanya.

Perajin lainnya, Rusminah (50) menambahkan, perajin tidak bisa menggunakan bahan kedelai lokal karena kualitasnya buruk. Kedelai impor dipilih karena bijinya besar dan tempe yang dihasilkan disukai konsumen. "Berbeda dengan kedelai lokal yang kecil ukurannya, kalau dibuat, kualitas tempe kurang bagus," tuturnya.

Kenaikan harga tersebut membuat keuntungan yang didapatnya dari menjual tempe makin menipis. Setiap hari, Rusminah membuat sekitar lima kilogram tempe. Kini hanya mendapat keuntungan tidak lebih dari Rp 1.000 untuk setiap kilogram tempe.

( Nur Kholiq / CN34 / JBSM )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
27 Mei 2012 | 11:30 wib
Dibaca: 10
27 Mei 2012 | 11:15 wib
Dibaca: 94
27 Mei 2012 | 10:59 wib
Dibaca: 146
27 Mei 2012 | 10:50 wib
Dibaca: 125
27 Mei 2012 | 10:40 wib
Dibaca: 86
Panel menu tepopuler dan terkomentar
Berita Terpopuler
FOOTER