
SEMARANG, suaramerdeka.com - Menyikapi surat edaran Ditjen Dikti Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tentang syarat kelulusan sarjana S-1, S-2, dan S-3 diterbitkan dalam sebuah jurnal ilmiah, PTN berupaya mendorong tiap prodi untuk menerbitkan jurnal ilmiah untuk menampung karya ilmiah lulusan. Namun, hal ini juga membutuhkan persiapan dan perhitungan yang matang.
Pembantu Rektor 1 Universitas Diponegoro (Undip) Prof Dr Hertanto Wahyu Subagio menilai gagasan Dikti sangat baik dan harus mendapatkan dukungan karena memacu mahasiswa menghasilkan karya ilmiah dengan standar tertentu. ''Undip sendiri sudah memiliki keinginan agar karya ilmiah baik itu skripsi, tesis atau disertasi masuk dalam jurnal ilmiah,'' kata PRof Hertanto.
Namun, masih terbatasnya jumlah dan daya tampung jurnal cetak, harus disiasati dengan mempublikasikan ke jurnal online. ''Dalam satu tahun karya ilmiah mahasiswa mencapai ribuan. Saat ini, jurnal yang ada belum bisa menampung semuanya, salah satu alternatif adalah dengan menerbitkan di jurnal online. Ini yang sedang kami ajukan ke Ditjen Dikti,'' jelasnya. Cara lain dengan menyeleksi karya ilmiah remaja untuk bisa diterbitkan
''Mahasiswa tidak perlu khawatir dengan surat edaran ini. Ini masih dalam tahap penggodokan sehingga masih ada waktu untuk memperbaiki sistem yang ada,'' jelasnya. Lagipula, lanjutnya, petunjuk pelaksanaan dari Dikti belum turun untuk itu Undip masih menunggu petunjuk itu turun. ''Dengan adanya petunjuk pelaksanaan ini semuanya bisa jelas tentang mekanisme penerbitan karya ilmiah mahasiswa,'' tutur Prof Hertanto.
Prof Hertanto menyatakan untuk jenjang S-1 bisa diterbitkan dalam jurnal yang belum terakreditasi. ''Sedangkan S-2, selayaknya masuk ke jurnal yang terakreditasi nasional. Sebab pada tingkatan ini penelitiannya berbeda. Untuk S-3 sebaiknya harus masuk ke jurnal internasional sebab penelitian pada jenjang ini memang harus standar internasional,'' jelas dia.
Surat edaran ini juga disambut baik oleh Hangga Novian, mahasiswa Magister Ilmu Administrasi Pascasarjana Undip. Ia menilai dengan diterbitkannya karya ilmiah dalam jurnal akan memperbanyak referensi. ''Ada kebanggan juga jika karya dibaca banyak orang. Ini akan meningkatkan daya analisis, di samping itu kemampuan menulis semakin baik,'' ujarnya.
Eko Noviyanto, mahasiswa Magister Pariwisata Stiepari menambahkan, dengan diterbitkannya dalam jurnal ilmiah akan mempersempit plagiat dan menambah referensi. ''Di sisi lain, referensi penelitian pariwisata masih sedikit. Ini juga untuk mengembangkan penelitian,'' ungkapnya.
( Krisnaji Satriawan / CN34 / JBSM )