
YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - Meski pemilihan presiden boleh dibilang masih cukup lama, namun fakta menunjukkan dukungan terhadap Sri Sultan Hamengku Buwono X sebagai calon presiden mendatang sudah mulai bermunculan dan masih terus mengalir.
Dukungan pencalonan presiden bagi Sri Sultan Hamengku Buwono X, Raja Ngayogyakarta Hadiningrat, justru muncul dari massa pro pemilihan yang tergabung dalam wadah Paguyuban Rakyat Jogja Pro Demokrasi atau Pagar Betis Kulonprogo.
Mereka menilai bahwa Sri Sultan Hamengku Buwono X yang juga menjabat sebagai Gubernur DIY, kualitas maupun kapabilitasnya sebagai tokoh reformasi dinilai layak sebagai calon presiden (Capres) tahun 2014 mendatang. ''Saya tidak mau komentar, masih terlalu pagi?! Subuh we durung, wis ono pitakon soal kuwi (Subuh aja belum, sudah ada pertanyaan soal itu),'' kata Sri Sultan Hamengku Buwono X menjawab pertanyaan wartawan di Kepatihan, Pemprov DIY, Rabu (8/2).
Lebih lanjut Sultan menegaskan, masih terlalu dini untuk membicarakan soal pencapresan dalam Pemilu 2014 mendatang. ''Saya nggak mau komentar, lha wong subuh we urung wis takon soal kuwi,'' tambah Sultan sambil senyum.
Soal pencapresan Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat ini, muncul dalam bursa calon presiden 2014 berdasarkan hasil survey yang dilakukan beberapa lembaga, salah satunya Lembaga Survey Indonesia (LSI). Disamping itu, kebetulan sejumlah elemen maupun organisasi ada yang sudah secara terang-terangan menyatakan dukungannya terhadap pencapresan Sri Sultan Hamengku Buwono X. Paling tidak dukungan itu, disampaikan oleh kelompok pro pemilihan.
Menanggapi soal tersebut, Widihasto Wasana Putra, Ketua Sekber Keistimewaan mengatakan, munculnya dukungan pencapresan Sri Sultan Hamengku Buwono X hanya sebatas manufer politik biasa, yang sebaiknya tidak perlu ditanggapi secara serius oleh masyarakat DIY.
Oleh karena itu, pihaknya minta masyarakat tidak perlu menanggapi soal itu secara serius. Sebab, dukungan itu secara logika politik sama sekali tidak masuk akal. Untuk itu, ia minta masyarakat tidak perlu menanggapi soal tersebut. ''Masyarakat tidak usah bereaksi terlalu serius,'' ujar Widihasto Wasana Putra mencoba menjelaskan. ''Saya pikir masyarakat tidak perlu menanggapi soal itu terlalu serius, santai saja dan tetaplah terus berkarya dan bekerja,'' tambahnya.
Menurut Hasto, justru pihak-pihak yang ingin mencalonkan Sultan sebagai Capres dalam Pemilu 2014 mendatang, dinilai tidak peka terhadap situasi dan kondisi masyarakat DIY yang nota bone saat ini masih dipusingkan soal pembahasan RUUK. ''Aneh kalau mencalonkan Sultan, iya khaan?! Kalau mau, usung saja tokoh lain (di luar Sri Sultan Hamengku Buwono X, red),'' ujar Widihasto Wasana Putra santai.
( Sugiarto / CN34 / JBSM )