
BANDUNG, suaramerdeka.com - Ribuan mahasiswa ITB dan beberapa kampus lain memadati Aula Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) gedung pertemuan yang jadi icon kota Bandung dalam soal penyelenggaraan even-even besar berlatar teknologi. Kemeriahan itu, tampaknya sebanding dengan hajatan besar yang digelar oleh Keluarga Mahasiswa (KM) ITB bekerjasama dengan Masyarakat Ilmuwan dan Teknolog Indonesia (MITI). KM ITB menggelar rangkaian acara ITB Fair yang digabungkan dengan hajatan Milad MITI ke-8.
‘’Pemilihan ITB sebagai lokasi acara Milad MITI ke-8 sekaligus menyemarakan ITB Fair 2012 ini mempunyai arti sangat penting, dikarenakan ITB adalah simbol gerbang kemajuan teknologi nasional, pintu Gerbang Menuju Indonesia Madani,’’ ujar Ketua Umum MITI Dr Warsito P Taruno dalam kata sambutannya.
Warsito bukan tanpa sebab menyebut hal demikian. Nama besar ITB seakan menjadi penanda serta pendorong bagi program besar yang sudah dilakoni MITI selama ini, Technopreunership. ‘’MITI akan terus mendorong munculnya wirausaha-wirausaha baru berbasis sains dan teknologi atau technopreunership. Kami yakin budaya macam Silicon Valley bakal tumbuh di negeri ini lebih dari negara Asia manapun karena karakter budaya serta kondisi Indonesia dengan tuntutan survival yang sangat tinggi menunjukkan potensinya ke arah itu,’’ papar Warsito.
Ia kemudian menunjuk keberhasilan anak-anak muda Indonesia yang namanya mendunia lewat perusahaan-perusahaan dengan karya teknologi tingginya. Yang lebih menggembirakan lagi, mayoritas dari mereka adalah anggota MITI. ‘’Sejak didirikan 8 tahun yang lalu, mungkin banyak kalangan yang mengira bahwa MITI telah MATI. Tetapi dalam kesenyapan itu, anggota-anggota MITI terus bekerja untuk membangun kapasitas, menumbuhkan technopreneurship yang mulai diperhitungkan di tingkat dunia.
Berbagai perusahaan teknologi tinggi seperti modern ship design and building, chipset design, tomography imaging system and manufacturing, scientific instruments, nano-materials, cancer therapy, medical equipments dan berbagai perusahaan pengembang piranti lunak high-end mulai eksis di tataran nasional maupun internasional. Dalam kurun waktu yang tidak lama, perusahaan-perusahaan ini akan mampu mengukir prestasi memunculkan produk-produk high-tech Made In Indonesia di pasar-pasar dunia.’’
Di usianya yang menginjak sewindu, tepat 18 Januari lalu. MITI sedikit banyak telah berbuat bagi kemajuan bangsa ini. Bahkan, ketika tuntutan akan peran besar yang bisa dilakukan para ilmuwan dan teknolog semakin mengedepan, maka MITI berupaya mewujudkannya lewat langkah dan kerja-kerja besar yang hadir dari beragam program kerjanya.
Proses transformasi masyarakat pun bisa berjalan dengan baik manakala kemampuan teknologi telah dikuasai. Kolaborasi yang kuat antara MITI dengan berbagai komponen bangsa, pada akhirnya akan semakin menguatkan hadirnya sebuah peradaban baru di Indonesia, peradaban berbasis kemajuan iptek yang menjadikan bangsa ini mandiri dan sejahtera, peradaban Indonesia Madani.
( Rifki / CN34 / JBSM )