panel header


BECIK KETITIK ALA KETARA
Berbuat Baik Atau Buruk Akhirnya Terlihat Juga
panel menu
panel news ticker
Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
08 Februari 2012 | 08:08 wib
Perhutani Blora Beri Kesempatan Petani Garap Lahan Hutan
image

TUMPANG SARI: Tanaman jagung yang berada di kawasan hutan jati di Blora. (suaramerdeka.com / Abdul Muiz)

 
BLORA, suaramerdeka.com - Perhutani memberikan kesempatan pada para petani hutan (pesanggem) untuk menggarap lahan hutan melalui budidaya tanaman pangan. Kegiatan itu guna menyukseskan gerakan peningkatan produksi pangan berbasis korporasi (GP3K) yang merupakan program nasional.

Dalam pengelolaan lahan itu, petani diminta menggunakan pupuk nabati yang ramah lingkungan. Potret keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan lahan hutan salah satunya dapat dilihat di petak 53 RPH Pucung BKPH Pucung KPH Randublatung, Blora. Pada lokasi tersebut terdapat pohon jati plus Perhutani yang ditumpangsari dengan tanaman jagung seluas 8,2 hektare.

Tanaman itu tumbuh subur karena keuletan penggarap dan kepiawaian petugas Perhutani dalam memfasilitasi kebutuhan akan lahan pertanian bagi warga Desa Banglean yang tergabung dalam LMDH Wana Sumber Rejeki.

Menurut Asper KBKPH Pucung, Ence Sunarya, pelibatan masyarakat dalam kegiatan tanam tahun ini mempunyai beberapa kepentingan baik bagi Perhutani sendiri maupun bagi masyarakat desa hutan. Ence mengemukakan, pelibatan masyarakat itu antara lain guna menyukseskan GP3K.

"Selain itu juga kepentingan pengamanan hutan secara tidak langsung, karena pada lokasi tanaman warga terdapat tegakan jati tua," ujarnya, didampingi Humas Perhutani Randublatung, Andan Subiyantoro Rabu (8/2).

Dikemukakannya, dalam pengamanan hutan diperlukan langkah sosial. Dengan memberi kesempatan pesanggem menggarap lahan hutan, mereka juga akan turut serta dalam pengamanan kayu-kayu yang ada di hutan. ‘’Di sisi lain kami juga tetap melakukan langkah bijaksana yaitu melarang mereka menggunakan bahan beracun berbahaya yang dilarang pemakaiannya di kawasan hutan," tandasnya.

Ence Sunarya menjelaskan upaya peningkatan produksi pangan dengan menggunakan pupuk cair nabati dicontohkan dalam demplot kepada beberapa pesanggem. Setelah kelihatan hasilnya, petani hutan yang ada di petak tersebut akhirnya mau menggunakan pupuk cair nabati.

Menurutnya pupuk cair digemari oleh para penggarap dalam kawasan hutan, karena disamping praktis penggunaannya, harganya pun terjangkau. Hasilnya juga menjajikan selain itu ramah lingkungan.

( Abdul Muiz / CN26 / JBSM )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
27 Mei 2012 | 11:15 wib
Dibaca: 72
27 Mei 2012 | 10:59 wib
Dibaca: 123
27 Mei 2012 | 10:50 wib
Dibaca: 109
27 Mei 2012 | 10:40 wib
Dibaca: 78
27 Mei 2012 | 10:30 wib
Dibaca: 104
Panel menu tepopuler dan terkomentar
Berita Terpopuler
FOOTER