
JAKARTA, suaramerdeka.com - Perusahaan multinasional asal Jepang, Sumitomo Corporation, berencana meningkatkan investasinya di bidang geothermal atau panas bumi, batubara dan gas. Salah satunya penambahan investasi senilai 2,5 miliar dolar untuk proyek pengembangan energi masa depan di Jawa Tengah.
Komitmen itu diungkapkan Presiden dan CEO Sumitomo Corporation, Susumu Kato, saat bertemu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Kantor Presiden, Selasa (7/2) sore.
"Saya menyampaikan komitmen kami ke depan untuk memberikan investasi di Indonesia lebih dari apa yang sudah kami lakukan di masa lalu," jelasnya dalam keterangan pers usai pertemuan.
Rencananya mereka akan melakukan tambahan investasi di bidang geothermal, batu bara, dan gas. Rincian rencana investasi tersebut adalah, untuk proyek future power energy di Jawa Tengah akan ditambah investasinya senilai 2,5 miliar dolar AS, proyek geothermal Raja Basa ditambah senilai 650 juta dolar AS, dan geothermal Muara Laboh 700 juta dolar AS. Lalu, pembuatan FSRU Gas 4 miliar dolar AS, Jawa-Sumatera Power Connection Project diperkirakan nilainya mencapai 1 milliar dolar AS, dan Indramayu Coal Fire Power Plan 1000 megawatt sekitar 1,25 miliar dolar AS.
Kato menilai pertemuannya dengan Presiden SBY berlangsung sangat konstruktif. Dia menganggap Indonesia sebagai mitra bisnis penting. Perusahaan asal Jepang tersebut akan meningkatkan investasinya karena menilai kondisi Indonesia menjanjikan.
"Saya yakin Indonesia akan makin diminati banyak investor," katanya optimistis.
Sementara itu, Menteri ESDM Jero Wacik pada kesempatan yang sama menjelaskan, Sumitomo Corp menilai stabilitas politik di Indonesia bagus sehingga mereka tertarik meningkatkan investasinya. "Ini suatu yang baik, jadi mudah-mudahan Sumitono, Mitsui, Toshiba, GEBIC, akan membiayai banyak proyek di Indonesia, termasuk proyek-proyek geothermal yang bersama dengan tenaga surya dan bio gas sedang kita dorong perkembangannya," katanya.
( Fauzan Jayadi / CN32 / JBSM )