
KUDUS, suaramerdeka.com - Duta Besar (Dubes) Amerika Serikat untuk Indonesia bakal mengunjungi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Kudus pada 22 Februari 2012. Kunjungan tersebut untuk mendorong perluasan sanitasi bagi masyarakat.
Direktur PDAM Kudus, Ahmadi, mengatakan kedatangan Dubes Amerika karena tertarik dengan program PDAM dalam mengaet pelanggan melalui jasa perbankan. Selama ini baru PDAM Kudus yang baru menerapkan kerja sama dengan perbankan dari PDAM yang ada di Indonesia. "Sudah 9 Januari lalu kami kerja sama dengan Bank Syariah Mandiri Kudus," ujarnya, Selasa (7/2).
Keberadaan perbankan memudahkan masyarakat untuk memperoleh sambungan air bersih dari PDAM, karena biaya sambungan dapat diciil selama tiga tahun. Dalam jangka sebulan menjalin kerja sama dengan BSM telah terjaring 500 pelanggan baru dengan nilai Rp 500 juta.
Kepala Bagian Hubungan Pelanggan PDAM Kudus, Ayatullah Humaini, mengatakan sistem kredit dalam pemasangan sambungan baru telah dilakukan mulai 2009 dengan menggunakan koperasi Tirta Makmur. Masyarakat merespon positif program tersebut. "50 persen pelanggan baru atau 1.200 sambungan baru kami peroleh dari sistem kredit di tahun 2011," katanya.
Pihaknya juga optimis dapat mengaet 2.500 pelanggan baru di tahun ini. Karena mendapat dukungan kredit mikro dari perbankan, sehingga masyarakat mudah memperoleh sambungan baru. Dukungan Dubes Amerika Serikat tersebut melalui program Indonesia Urban Water, Sanitation, and Hygiene (IUWASH). Menurut Ahmadi, satu staf dari IUWASH akan ditempatkan di PDAM Kudus untuk memantau jalannya perluasan sanitasi dan nantinya membuat survei kepuasan pelanggan.
"Kami mendapatkan dukungan untuk memperluas pengetahuan masyakat tentang air bersih," katanya.
( Zakki Amali / CN32 / JBSM )