
SEMARANG, suaramerdeka.com - Dinas Kesehatan Provinsi Jateng meminta kesiapan penuh sejumlah rumah sakit yang akan dikembangkan menjadi rujukan kasus flu burung, termasuk dua diantaranya yakni RSUD Tugurejo dan RSUD Kota Semarang (Ketileng). Kepala Dinkes Jateng Anung Sugihantono mengungkapkan, meskipun dikembangkan menjadi rujukan namun tidak bisa dimungkiri masih banyak sarana prasarana yang belum sepenuhnya siap.
"Dua rumah sakit itu dikembangkan jadi rujukan dan memang harus terus diperbaiki dan ditambah sarpras karena penanganan flu burung membutuhkan ruangan isolasi yang memadai termasuk peralatan penunjangnya," jelas Anung ditemui dalam rapat
koordinasi flu burung di Komisi E DPRD Jateng, Selasa (7/2).
Anung menjelaskan, kendati tidak ada suspect kasus flu burung di tahun 2011 namun kewaspadaan harus tetap diprioritaskan. Apalagi bila ada unggas yang mati dalam satu wilayah cukup dekat dalam waktu yang singkat. Menurut dia, kelengkapan fasilitas ini diantaranya seperti air suction yakni penghisap udara khusus dimana nantinya udara dalam ruang isolasi ini juga akan disterilisasi.
Direktur RSUD Tugurejo Endang Agustinar menambahkan, pihaknya sudah menyiapkan SDM untuk menangani kasus flu burung. Sebelumnya di tahun 2009, RSUD Tugurejo masih belum ditunjuk jadi rujukan, sehingga pasien yang dicurigai akan ditangani sesuai prosedur lalu dirujuk ke RS Dr Kariadi.
"Memang belum khusus untuk flu burung tetapi kami harus siap dan mulai membenahi ruangan dan peralatan yang dibutuhkan termasuk juga pemulasaran jenazah," terang Endang.
( Modesta Fiska / CN32 / JBSM )