panel header


RUKUN AGAWE SANTOSA
Bersatu Kita Teguh
panel menu
panel news ticker
Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
07 Februari 2012 | 16:12 wib
Tokoh Masyarakat Ditemukan Tewas Di Saluran Irigasi

BANTUL, suaramerdeka.com - Kisah mengenaskan dialami salah seorang warga dusun Ngibikan, Canden, Jetis, Bantul, Sutrisno (62). Selasa (7/2) pagi warga menemukan tokoh masyarakat yang selama ini digadang-gadang dan menjadi panutan itu tewas di saluran irigasi.

Almarhum ditemukan tersangkut di saluran irigasi yang berjarak satu kilometer dari depan rumahnya. Itupun setelah warga menyusutkan saluran irigasi. "Pamitnya sudah sejak Senin (6/2) malam. Katanya mau buang air," kata Wakijan, Ketua RT 01 Wakijan di lokasi penemuan.

Menurut Wakijan, Sutrisno pamit kepada keluarganya pada Senin (6/2) sekitar pukul 20.00. Katanya, ia hendak buang air di saluran irigasi depan rumahnya. Ketika itu ada tetangga yang sempat bertanya korban hendak kemana, tetapi korban tidak menggubrisnya tetap diam sambil jalan.

Lama tidak kembali, keluarga menganggap tokoh masyarakat itu nongkrong bersama warga lainnya. Warga sudah mulai curiga karena hingga Selasa (7/2) pagi, korban tidak kembali. Sekitar pukul 07.30, beberapa warga berinisiatif menutup bendung tegal yang mengairi saluran irigasi.

Setelah air irigasi menyusut pukul 08.30 WIB, tubuh korban ditemukan tersangkut di saluran irigasi dalam keadaan tewas. Penemuan ini membuat geger warga setempat, karena warga sama sekali tidak menyangka kalau sampai tragis seperti ini.

"Saat ditemukan korban dalam keadaan sudah tak bernyawa, sekitar satu kilometer dari rumahnya. Korban ditemukan tersangkut di bebatuan kalen (saluran irigasi) yang setinggi perut orang dewasa," katanya menjelaskan.

Sebelum ditemukan, Wakijan merasakan hal yang aneh pada tokoh masyarakat itu. Pria yang kesehariannya ramah dan sering bertegur sapa itu menjadi lebih pendiam. Bahkan, ketika ia menyapa, korban tidak membalas sapaannya.

Sukiyat, adik korban, memperkirakan korban terpeleset ke saluran irigasi. Dasar sungai yang terbuat dari semen membuat saluran irigasi terlalu licin untuk ditapaki kaki korban. Meskipun seperut orang dewasa, arus aliran irigasi yang berlebar satu meter itu cukup deras. Sehingga korban terseret yang kemudian korban meninggal.

Sementara pihak Kepolisian Sektor Jetis dan unit identifikasi Polres Bantul, langsung mendatangi lokasi begitu mendengar kabar itu. Setelah melakukan visum di tempat, jenazah korban mereka kembalikan ke keluarga untuk dimakamkan.

Hal itu karena tidak ada tanda-tanda penganiayaan di tubuh korban. Sebelumnya atau lebih tepatnya sekitar dua tahun silam, juga pernah anak kecil terpeleset dan tewas di saluran itu. "Kasus ini merupakan yang kedua kalinya," ujar Sukiyat.

( Sugiarto / CN32 / JBSM )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
27 Mei 2012 | 11:15 wib
Dibaca: 13
27 Mei 2012 | 10:59 wib
Dibaca: 114
27 Mei 2012 | 10:50 wib
Dibaca: 101
27 Mei 2012 | 10:40 wib
Dibaca: 70
27 Mei 2012 | 10:30 wib
Dibaca: 96
Panel menu tepopuler dan terkomentar
Berita Terpopuler
FOOTER