
SOLO, suaramerdeka.com - Hari Valentine yang biasa dirayakan tiap 14 Februari, identik dengan cokelat. Makanan berbahan dasar biji kakao ini biasa diberikan sebagai ungkapan kasih sayang pada saat perayaan Valentine.
Tak heran jika permintaan cokelat menjelang Valentine selalu meningkat tajam. Seperti yang terjadi di Floren Chocolate, usaha rumahan yang memproduksi aneka jenis cokelat di kawasan Mojosongo. Permintaan cokelat di home industry milik Yusak Yani tersebut melonjak hingga 10 kali lipat dibanding hari biasa.
"Ada 20 item cokelat yang kami siapkan untuk menyambut momen Valentine. Bentuknya beragam, tapi didominasi bentuk hati dengan tulisan love sebagai hiasan dan berwarna pink," kata Yusak.
Dia mengaku, permintaan cokelat Valentine sudah berdatangan sejak Januari. Namun karena kendala cuaca yang sering hujan, pesanan baru dikerjakan pada akhir bulan tersebut. "Kalau sudah digarap lama, sementara cuaca sering hujan, takut cokelatnya njamur karena lembab," tuturnya.
Yusak mengaku, pesanan cokelat datang dari berbagai kota di Jateng. Ada juga pesanan dari Bali. Cokelat tersebut dipasok ke berbagai toko dan supermarket, serta konsumen perorangan.
"Ada juga pesanan dari komunitas. Untuk harganya, saya jual dari Rp 2 ribu hingga Rp 20 ribu, tergantung besar kecilnya cokelat," jelasnya.
Untuk memenuhi pesanan yang melonjak hingga 10 kali lipat, Yusak dibantu tujuh orang dalam proses produksinya. "Itu juga harus lembur-lembur, agar semua pesanan bisa dipenuhi," ungkapnya.
Yusak menambahkan, bentuk cokelat Valentine dari tahun ke tahun tidak jauh berbeda. Namun untuk tahun ini, dia membuat beberapa item berukuran kecil, yang menurutnya lebih diterima pasar.
Untuk memproduksi cokelat tersebut, dia mendatangkan bahan baku berupa blok-blok cokelat dari Tangerang. "Untuk ketersediaan bahan baku, sejauh ini tidak ada kendala," imbuhnya.
( Irfan Salafudin / CN32 / JBSM )