
JAKARTA, suaramerdeka.com - Ketahanan pangan menjadi prioritas utama pemerintah. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjelaskan bahwa Indonesia masih sering dijumpai kasus kurang gizi, hal tersebutlah yang kemudian membuat ketahanan pangan menjadi sesuatu yang penting untuk dimiliki.
"Di negara kita masih dijumpai kekurangan gizi dan kekurangan pangan. Jadi harus prioritas agenda utama," kata SBY dalam sambutan pada ""Jakarta Food Suecurity Summit" di Jakarta Convention Centre (JCC) Jakarta Selatan, Selasa (7/2).
Pemerintah saat ini, dikatakan SBY, terus berupaya mengembangkan program yang mengutamakan rakyat misalkan raskin, membebaskan siswa kurang mampu dari biaya sekolah, membantu rakyat terkena musibah, dan lainnya.
"Semua agar penghasilan rakyat yang pas-pasan diharapkan bisa membeli beras dan beli pangan. Bayangkan kalau rakyat miskin itu menanggung semua biaya," ujarnya.
SBY berujar, solusi cerdas adalah peningkatan pangan tidak hanya membuka lahan. "Maka diperlukan produktivitas manajemen dengan output tinggi, dengan semangat baik kita bisa sumbang pangan untuk kebutuhan dunia setelah kebutuhan pangan domestik terpenuhi," ujarnya.
( trb / CN32 )