
JAKARTA, suaramerdeka.com - Pemerintah tengah mengkaji pemberian insentif sektor food estate untuk menjaga ketahanan pangan dari serangan krisis global dan perubahan iklim yang baru-baru ini terjadi.
"Saya sekarang sedang mengkaji untuk diadakannya insentif bagi food estate. Oleh karena itu untuk mendukung itu, kita juga harus mendukung infrastrukturnya agar hal ini bisa terwujud," ungkap Menteri Perdagangan Gita Wirjawan kala ditemui di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Selasa (7/2).
Selama ini insentif bagi food estate masih ditunda karena sarana infrastruktur di Indonesia belum memadai. "Misalkan kita mau nanam sesuatu, lahan pertaniannya belum ada karena belum bebas lahannya. Lalu, kalau lahan pertanian itu butuh bibit, buat angkut bibitnya belum ada jalan yang memadai. Jadi semuanya terhambat," paparnya.
Menurut Gita, insentif ini diharapkan dapat terlaksana karena bukan hanya negara di kawasan Asia Tenggara (Asean), namun negara sekelas Amerika Serikat (AS) dan Eropa pun sudah memberikan insentif bagi food estate. Untuk itu dia berharap infrastruktur dapat dibenahi.
"Jangan salah. Bukan hanya di Asean saja, AS pun sudah memberikan insentif, lalu Uni Eropa, China dan lain-lain juga sudah. Maka dari itu di Indonesia juga harus gitu," pungkasnya.
( OKZ / CN32 )