
WONOGIRI, suaramerdeka.com - Di era reformasi sekarang ini, jaksa sebagai aparat penegak hukum harus mampu bersikap disiplin, untuk senantiasa patuh dan taat kepada hukum, serta kaidah perundang-undangan dan norma-norma kemasyarakatan. Dia harus mampu menjadikan dirinya sebagai figur publik yang patut dijadikan suri tauladan kepada masyarakat.
"Saya sangat prihatin, ketika ada oknum jaksa Wonogiri yang dikabarkan malam-malam jadi korban penggerebekan massa dan polisi di Sleman Yogyakarta, karena "ngrusak pager ayu" diduga menyelingkuhi istri orang," tandas Gunarto SH.
Tokoh pengacara dan pengamat masalah hukum serta bidang pemerintahan Kabupaten Wonogiri ini, mengharapkan, kasus oknum jaksa digerebek massa dan polisi itu, harus mendapatkan prioritas penanganan secara tuntas.
"Bila terbukti bersalah, yang bersangkutan harus dijatuhi sanksi setimpal. Jangan ada diskriminasi penindakan, hanya karena pertimbangan yang bersangkutan sebagai aparat penegak hukum dan pejabat di Kejaksaan," ujar Gunarto.
Selayaknya, imbuh Gunarto, bila terbukti bersalah, kepadanya harus ditindak secara tegas. Jangan sampai, tandasnya lagi, ibarat noda setitik akhirnya merusak susu sebelanga.
Terkait kasus oknum jaksa Wonogiri digerebek massa dan polisi, Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Wonogiri, Sukaryo SH MH, kepada wartawan menyatakan, pihaknya selaku pimpinan telah melakukan pemanggilan yang bersangkutan. Pihaknya juga telah memerintahkan bagian pembinaan serta seksi intel untuk memeriksa dan membuat berita acara pemeriksaan (BAP)-nya. Hasil BAP itu, akan dikirimkan ke Kejati Jateng di Semarang dan Kejagung di Jakarta.
( Bambang Purnomo , Khalid Yogi / CN31 / JBSM )