
WASHINGTON, suaramerdeka.com - Amerika Serikat telah menutup kantor kedutaannya di Suriah dan menarik staf yang tersisa dari negara itu, Senin (6/2).
"Amerika Serikat telah menghentikan kegiatan operasional dari kedutaannya di Damaskus pada 6 Februari. Duta Besar Robert Ford dan semua personilnya kini meninggalkan negara itu," kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS Victoria Nuland dalam sebuah pernyataan.
Nuland mengatakan, keputusan untuk menutup kedutaan besar terpaksa diambil setelah pemerintah Suriah gagal memberi respon terkait masalah keamanan yang menjadi perhatian AS. Kondisi yang memburuk di Suriah, dikatakan tidak memungkinkan kedutaan untuk terus beroperasi.
Juru bicara itu mengatakan, Ford tetap menjadii duta besar Amerika Serikat untuk Suriah, meski akan melanjutkan pekerjaannya di Washington.
Dalam sebuah wawancara yang ditayangkan oleh NBC Senin (6/2), Presiden AS Barack Obama menegaskan kembali seruannya untuk Presiden Suriah Bashar al-Assad agar mundur. "Ini hanya akan menjadi masalah waktu," kata Obama.
Namun, ketika ditanya apakah harus ada semacam intervensi militer, seperti yang dilakukan di Libya, Obama menjawab, "Hanya pada situasi tertentu dan memungkinkan untuk mengunakan solusi militer seperti pada Libya."
( xinhua , Linda Putri / CN33 )