
GIZI BURUK: Lurah Mangunsari Kecamatan Sidomukti Siti Sulami menggendong Syila Nur R, balita penderita gizi buruk warga Tegalsari, RT 6, RW 8 Mangunsari Sidomukti. (suaramerdeka.com / Moch. Kundori)
SALATIGA, suaramerdeka.com - Di wilayah Salatiga, masih dapat ditemukan bayi penderita gizi buruk. Dinas Kesehatan Salatiga menemukan tiga balita penderita gizi buruk masing-masing Syila Nur R (6 bulan) putra Agus warga Tegalsari, RT 6, RW 8 Mangunsari Sidomukti, Andreas Reva (1 tahun) putra Wisnu Heri warga Gendongan, dan Isa Ardana putra Huda warga Kelurahan Kalibening, Tingkir.
Ketiga balita tersebut kemarin mendapat bantuan dari pemerintah Kota Salatiga yang diserahkan Wali Kota Yuliyanto SE MM di rumahnya masing-masing. Ny Daris yang sehari-hari merawat Syila Nur P bayi yang mengalami gizi buruk ini mengatakan, anaknya harus menggunakan infus untuk memasukkan makanannya. Sebab jika dimasukkan melalui mulut selalu muntah.
"Sudah pernah dirawat RS Paru Salatiga dan RS Kariadi Semarang menggunakan biaya Jamkesmas. Karena keterbatasan dana, saat ini dalam proses pengobatan rutin di rumah. Menurut dokter, Syla mendertia penyakit jantung," katanya. ''
Ny Daris menceritakan, awal lahir Syla dalam kondisi normal seperti biasa dengan berat 2,9 kg. Dalam perkembangannya, balitanya tersebut tidak mengalami penambahan berat badan. Saat ini berat badannya hanya sekitar 3,5 kg.
Kepala Dinas Kesehatan Salatiga dokter Sovie Harjanti M Kes membenarkan ketiga bayi tersebut mengalami gizi buruk, namun bukan lantaran kekurangan makan tetapi kelainan penyakit yang diderita bayi tersebut. Akibatnya asupan makanan tidak bisa sempurna masuk ke tubuh bayi sehingga mengakibatkan pertumbukaan bayi kurang normal.
"Sebenarnya bayi-bayi yang mengalami gizi buruk ini sejak lahir sudah kita tangani. Belakangan diketahui, bayi yang beranama Syila ini mengelami inveksi. Akibatnya makan menjadi susah dan tentunya menjadikan bayi mengakami gizi buruk," katanya.
Dijelaskan, supaya tidak inveksi lingkungan harus bersih. Kemudian diamenyarankan bagi masyarakat jika menemukan seperti ini segera lapor ke Puskesmas agar secepat mungkin ditangani. Antisipiasi lainnya diharapkan anak-anak menimbang ke Posyandu. Disebutkan, di Salatiga total penderita Gizi buruk hanya 0,029 persen. Sedangkan balita yang berada di bawah garis merah mencapai 2,1 persen.
( Moch. Kundori , Wahyu Wijayanto / CN26 / JBSM )