panel header


DHUWUR WEKASANE, ENDHEK WIWITANE
Akhirnya Mulia, yang semula sederhana
panel menu
panel news ticker
Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
06 Februari 2012 | 23:18 wib
Ditemukan, Tiga Balita Penderita Gizi Buruk di Salatiga
image

GIZI BURUK: Lurah Mangunsari Kecamatan Sidomukti Siti Sulami menggendong Syila Nur R, balita penderita gizi buruk warga Tegalsari, RT 6, RW 8 Mangunsari Sidomukti. (suaramerdeka.com / Moch. Kundori)

SALATIGA, suaramerdeka.com - Di wilayah Salatiga, masih dapat ditemukan bayi penderita gizi buruk. Dinas Kesehatan Salatiga menemukan tiga balita penderita gizi buruk masing-masing Syila Nur R (6 bulan) putra Agus warga Tegalsari, RT 6, RW 8 Mangunsari Sidomukti, Andreas Reva (1 tahun) putra Wisnu Heri warga Gendongan, dan Isa Ardana putra Huda warga Kelurahan Kalibening, Tingkir.

Ketiga balita tersebut kemarin mendapat bantuan dari pemerintah Kota Salatiga yang diserahkan Wali Kota Yuliyanto SE MM  di rumahnya masing-masing. Ny Daris yang sehari-hari merawat Syila Nur P bayi yang mengalami gizi buruk ini mengatakan, anaknya harus menggunakan infus untuk memasukkan makanannya. Sebab jika dimasukkan melalui mulut selalu muntah.

"Sudah pernah dirawat RS Paru Salatiga dan RS Kariadi Semarang menggunakan biaya Jamkesmas.  Karena keterbatasan dana, saat ini dalam proses pengobatan rutin di rumah. Menurut dokter, Syla mendertia penyakit jantung," katanya. ''

Ny Daris menceritakan, awal lahir Syla dalam kondisi normal seperti biasa dengan berat 2,9 kg. Dalam perkembangannya, balitanya tersebut tidak mengalami penambahan  berat badan. Saat ini berat badannya hanya sekitar 3,5 kg.

Kepala Dinas Kesehatan Salatiga dokter Sovie Harjanti M Kes membenarkan ketiga bayi tersebut mengalami gizi buruk, namun bukan lantaran kekurangan makan tetapi kelainan penyakit yang diderita bayi tersebut. Akibatnya asupan makanan tidak bisa sempurna masuk ke tubuh bayi sehingga mengakibatkan pertumbukaan bayi kurang normal.

"Sebenarnya bayi-bayi yang mengalami gizi buruk ini sejak lahir sudah kita tangani. Belakangan diketahui, bayi yang beranama Syila ini mengelami inveksi. Akibatnya makan menjadi susah dan tentunya menjadikan bayi mengakami gizi buruk," katanya.

Dijelaskan, supaya tidak inveksi lingkungan harus bersih. Kemudian diamenyarankan bagi masyarakat jika menemukan seperti ini segera lapor ke Puskesmas agar secepat mungkin ditangani. Antisipiasi lainnya diharapkan  anak-anak menimbang ke Posyandu. Disebutkan, di Salatiga total penderita Gizi buruk hanya 0,029 persen. Sedangkan balita yang berada di bawah garis merah mencapai 2,1 persen.

( Moch. Kundori , Wahyu Wijayanto / CN26 / JBSM )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
27 Mei 2012 | 14:09 wib
Dibaca: 54
27 Mei 2012 | 13:40 wib
Dibaca: 152
27 Mei 2012 | 13:20 wib
Dibaca: 270
27 Mei 2012 | 13:05 wib
Dibaca: 127
Panel menu tepopuler dan terkomentar
Berita Terpopuler
FOOTER