
JALAN LONGSOR: Sebuah truk melintasi Jl Untung Suropati Semarang yang longsor disisi selatan, hari ini. Jalan tersebut mengalami kerusakan dan longsor taludnya sehingga sejumlah kendaraan harus bergantian satu lajur untuk melewatiny
SEMARANG, suaramerdeka.com - Setelah berulangkali diperbaiki oleh Dinas Bina Marga Kota Semarang, untuk kesekian kalinya Jalan Untung Suropati, tepatnya di Kelurahan Bamban Kerep, Ngaliyan Semarang longsor. Akibat kejadian tersebut
kini pengguna jalan dari arah Semarang maupun Ngaliyan harus bergantian melewati karena badan jalan tinggal satu lajur.
Muin (48) Ketua RT 3 RW 5 Bamban Kerep mengatakan, setelah diperbaiki pertengahan Nopember 2011, jalan alternatif tersebut kembali mengalami longsor.
Menurutnya, tidak adanya drainase dan talut penahan, membuat semua material uruk larut hingga ke bawah mengenai area sawah warga. "Hujan yang mengguyur membuat tanah uruk larut ke bawah. Sawah warga yang dulunya bisa ditanami kini rusak setelah mendapat kiriman tanah," ujarnya, Senin (6/2).
Talut penahan yang terbuat dari anyaman bambu, lanjut dia, tidak maksimal menahan tanah uruk yang dipadatkan dengan alat berat. Selain itu, longsor juga membuat kemacetan pada jam sibuk. Pengguna jalan akan menumpuk untuk bergantian menggunakan sisa lajur pada sisi kanan luar tikungan (dari arah timur-red). "Panjangnya antrean membuat warga kami tertahan di mulut gang bila hendak berpergian pada pagi dan sore hari," ungkapnya.
Andre (28), pengguna jalan warga Mijen Semarang menuturkan, dia dan pengguna jalan lainnya memilih bersabar menunggu antrean pada jam sibuk.
Bahu jalan yang membentuk kubangan menurutnya sangat membahayakan bila dilalui sepeda motor. "Tidak jarang bila salah ambil jalur pengendara motor bisa terperosok," tuturnya.
Pantauan di lapangan, titik longsoran terus melebar ke arah badan jalan yang tersisa. Pengamanan seperti barikade atau penghalang juga tidak ditemukan di lokasi. Guna menghindari longsor susulan, Muin dan warga lainnya berharap dinas terkait segera memperbaiki jalan tersebut dengan membuat talut dan drainase permanen dari beton.
"Kami mendengar bila penanganan jalan longsor di Jalan Bamban Kerep satu paket dengan pembangunan jalan lingkar selatan dari Gedung Batu menuju Mijen. Terlepas dari kebijakan tersebut, hendaknya Pemkot mempertimbangkan lagi keputusan tersebut karena jika terlalu lama menunggu, kondisinya akan semakin parah," jelas Muin.
( Maulana M Fahmi / CN32 / JBSM )