
BREBES, suaramerdeka.com - Kecelakaan bus Sinar Jaya B-7837-XB yang masuk jurang di Jalan Lingkar Bumiayu, Brebes, diduga akibat kelalaian atau kecerobohan sopir. Berdasarkan hasil pengecekan kondisi bus naas itu, petugas Uji Kir Dishubkominfo di Bumiayu, Bambang S, Senin (6/2) menyatakan kondisi rem bus dalam keadaan bagus.
Selain rem, ikut dicek kondisinya antara lain, kemudi, ban, velg, suspensi, rangka bodi, peralatan, sistem penerangan.
Pemeriksaan bus naas itu dilakukan di halaman Mapolsek Paguyangan disaksikan Kaposlantas Bumiayu Aipda Sri Gijanto. “Kondisi rem bagus. Tidak ada permasalahan mesin maupun fisik bus," kata Bambang.
Oleh karenanya, lanjut Bambang, kecelakaan bisa terjadi akibat kelalaian sopir, dalam hal ini misalnya tidak memperhatikan situasi arus lalu lintas, medan jalan dan cuaca. “Tapi ini baru sebatas dugaan kami berdasarkan pengecekan fisik kendaraan. Untuk memastikan penyebab kecelakaan harus dilakukan penyelidikan secara menyeluruh,” ujarnya menegaskan.
Setelah melakukan pemeriksaan kendaraan, petugas kemudian mengecek tempat kejadian perkara (TKP), tikungan Rancakalong. Namun di sana, petugas tidak menemukan bekas rem pada lapisan aspal di sekitar lokasi kejadian. Menurut Bambang, bisa jadi bus tidak melakukan pengereman, atau melakukan pengereman tapi bekasnya hilang karena pada saat kejadian turun hujan.
Bambang menambahkan hasil pengecekan fisik kendaraan (bus) selanjutnya akan dilaporkan ke pimpinan dan pihak kepolisian sebagai bahan penyelidikan. Sampai sekarang, bus yang mengalami kecelakaan kini masih diamankan di Mapolsek Paguyangan.
Bodi bus AC Ekonomi jurusan Jakarta-Purwokerto itu mengalami kerusakan yang cukup parah. Adapun seluruh korban masih menjalani perawatan di RSU Margono dan RS Orthopedi Purwokerto.
Kaposlantas Bumiayu Aipda Sri Gijanto menyatakan sampai saat ini pihaknya belum dapat menyimpulkan kronologis maupun penyebab kecelakaan tunggal yang menimpa bus Sinar Jaya. Namun menurutnya, sejumlah saksi dan penumpang sudah dimintai keterangan. “Kami masih menunggu perawatan Subandi (sopir bus-red) yang dioperasi di RS Orthopedi Purwokerto karena mengalami patah tulang,” kata dia.
( Teguh Inpras Tribowo / CN26 / JBSM )