
KUDUS, suaramerdeka.com - Harga beberapa bahan bangunan, seperti paku, besi beton, dan sejenisnya membuat inflasi di Kudus kali ini terdorong hingga 0,63 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 127.176.
Kepala Seksi Statistik Distribusi pada Badan Pusat Statistik (BPS) Kudus, Dwi Rahayu menyebutkan, inflasi kali ini paling besar didorong oleh kelompok perumahan dengan perubahan IHK sebesar 1,81 dan memiliki andil terhadap inflasi sebesr 0,45 persen, dengan IHK 119.167.
Kelompok tersebut memiliki andil besar akibat pengaruh kenaikan biaya tempat tinggal dari beberapa faktor. Seperti kenaikan harga sewa dan kenaikan upah tukang. "Selain harga bahan bangunan yang naik, upah tukang juga ikut naik, sehingga ini berdampak pada sewa rumah, dan lainnya," ujar Dwi, Senin (6/3).
Selain dari kelompok perumahan, kelompok lain yang memiliki andil mendorong inflasi di Kabupaten Kudus adalah kelompok makanan jadi. Pada kelompok ini terjadi perubahan IHK sebesar 0,54 persen dan memiliki andil 0,1 persen terhadap inflasi dengan IHK 119.167. Kenaikan harga tembakau dan minuman non alkohol menjadi pemicu utama terjadinya perubahan IHK pada bulan Januari lalu.
( Septina Nafiyanti / CN31 / JBSM )