panel header


AMBEG PRAMA ARTA
Memberikan Prioritas Pada Hal-hal Yang Mulia
panel menu
panel news ticker
Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
06 Februari 2012 | 11:04 wib
KPK Kembali Panggil Petinggi First Mujur

JAKARTA, suaramerdeka.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memanggil petinggi PT First Mujur Plantation and Industry (FMPI) dalam kasus suap pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) tahun 2004 yang memenangkan Miranda Swaray Goeltom. Hari ini (6/2) KPK menjadwalkan pemeriksaan Direktur First Mujur, Budi Amal.

Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi KPK, Priharsa Nugraha mengatakan, bahwa Budi diperiksa dengan kapasitas sebagai saksi. Budi dimintai keterangan untuk pengusaha Nunun Nurbaeti yang menjadi tersangka pemberi dalam kasus suap ini. "Budi Amal, Direktur FMPI dijadwalkan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka NN," kata Priharsa lewat pesan singkat kepada pers, Senin (6/2).

Sebelumnya, KPK telah memeriksa tiga pimpinan First Mujur pada akhir Januari lalu. Mereka yakni Ronald Harijanto dan Yan Eli Mangatas Siahaan selaku komisaris serta F.X Sutrisno Gunawan selaku wakil komisaris utama.

Wakil Ketua KPK, Zulkarnaen juga sempat mengungkapkan, bahwa pemeriksaan saksi dari First Mujur untuk menelusuri pihak penyandang dana suap pemenangan Miranda Goeltom sebagai orang nomor dua di bank sentral. Hanya saja, Zulkarnaen belum bisa bicara banyak mengenai indikasi keterlibatan perusahaan kelompok bisnis Artha Graha itu dalam kasus suap kepada anggota Komisi IX DPR periode 1999-2004.

Ia hanya menegaskan, dugaan tersebut masih didalami oleh tim penyidik. "Ya pokoknya gini saja lah. Semua yang diperiksa itu pasti satu rangkaian. Tentu yang diperiksa itu supaya kita dapat informasi tentang keterlibatan kasus ini dari yang paling kecil sampai yang paling atas," ucap Zulkarnaen beberapa waktu lalu.

Seperti diberitakan, Nunun diduga memberikan suap berupa cek perjalanan kepada anggota IX DPR periode 1999-2004. Cek didistribusikan lewat bawahannya, Direktur PT Wahana Esa Sejati Arie Malangjudo. Cek merupakan imbalan untuk memenangkan Miranda Goeltom dalam pemilihan Deputi Gubernur Senior BI bulan Juni 2004.

( Mahendra Bungalan / CN31 / JBSM )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
27 Mei 2012 | 14:09 wib
Dibaca: 9
27 Mei 2012 | 13:40 wib
Dibaca: 139
27 Mei 2012 | 13:20 wib
Dibaca: 254
27 Mei 2012 | 13:05 wib
Dibaca: 124
Panel menu tepopuler dan terkomentar
Berita Terpopuler
FOOTER