
KUDUS, suaramerdeka.com - Penerimaan cukai di Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Tipe Madya Kudus pada Januari 2012 tidak dapat memenuhi target atau hanya terealisasi 93 persen atau Rp 1,45 triliun.
Kepala KPPBC Tipe Madya Kudus, Nugroho Wahyu Widodo, mengatakan hal itu, Senin (6/2). Jika dibandingkan tahun 2011 pada bulan yang sama capaian target menurun. Bulan Januari 2011capaian cukai sebanyak 100,5 persen atau Rp 1,2 triliun.
Meskipun di tahun ini jumlah uang meningkat sebanyak Rp 250 miliar dibandingkan bulan yang sama tahun lalu, tetap menunjukkan tanda-tanda kesulitan memenuhi target. "Sebabnya seperti kenaikan pita cukai yang rata-rata 16,3 persen setiap tahun, pasti membebani pengusaha rokok," ujar Nugroho.
Tarif cukai yang meningkat, katanya, cukup signifikan menjadi pisau bermata dua. Di satu sisi bisa meningkatkan penerimaan cukai, tapi bisa mematikan industri rokok, sehingga mengurangi penerimaan cukai. Data per 31 Desember 2011 saja sebanyak 72 pabrik rokok golongan kecil tidak beroperasi lagi. Secara langsung tidak memesan pita cukai dan mengurangi pendapatan. "Pasti ada pengurangan penerimaan meskipun sedikit," katanya.
Tidak tercapainya target, imbuh Nugroho, menjadi sinyalemen pencapaian secara keseluruhan di tahun ini harus dibarengi dengan kerja keras. Pasalnya selain kenaikan pita cukai, persaingan bisnis, dan kenaikan bahan baku juga mempengaruhi industri rokok. "Kami akan menggalakkan pemberantasan rokok ilegal untuk menekan kerugian negara dan membuka peluang pasar baru bagi industri rokok yang legal," katanya.
( Zakki Amali / CN34 / JBSM )