
SOLO, suaramerdeka.com – Ketua DPR RI, Marzuki Alie mengaku memperoleh protes dari Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Protes tersebut berkenaan dengan keberadaan Persatuan Guru Swasta Seluruh Indonesia (PGSI) dan jabatannya sebagai pembina organisasi.
Pengurus PGSI sendiri baru dilantik dan dikukuhkan di Solo, Sabtu (4/2) lalu. “Jika ada organisasi yang sama, maka yang diakui hanya satu. Tapi PGRI Harus mengupayakan nasib mereka (guru swasta). Padahal masih banyak guru yang bergaji dibawah UMR, ini realita” kata Marzuki.
Guru swasta belum merasakan kenikmatan atas perbaikan pendidikan. Tunjangan profesi belum terbagi secara merata. Tak hanya itu informasi dan pelatihan-pelatihan juga harus dilakukan untuk peningkatan kualitas guru swasta. “PGRI jangan hanya memperjuangkan nasib guru negeri,” ujarnya.
Marzuki menegaskan jika pernyataannya membela guru swasta sama sekali bukan dilatar belakangi kepentingan politik. Tujuannya adalah percepatan guru swasta untuk memperoleh gaji minimal UMR dan memperoleh tunjangan profesi bagi mereka yang memenuhi persyaratan.
Di sisi lain dikatakannya, jika PGRI bisa profesional untuk memperjuangkan nasib semua guru tanpa tebang pilih, maka PGSI
sebaiknya menginduk. “(PGRI) harus membuktikan memperjuangkan guru swasta,” pungkasnya.