
KIEV, suaramerdeka.com – Cuaca beku yang telah menewaskan ratusan orang di Eropa bagian timur mulai bergerak ke barat, Sabtu (4/2). Bangunan bersejarah Colosseum di Roma tampak diselimuti salju untuk pertama kalinya dalam tiga dekade.
Lalu lintas udara dan kereta api mengalami gangguan akibat cuaca dingin yang ekstrim ini. Perusahaan eksportir gas milik Rusia, Gazprom, mengatakan tidak mampu memenuhi permintaan gas bagi negara-negara di Eropa karena pihaknya tengah berupaya memenuhi kebutuhan dalam negeri.
Di Beograd, tentara dikerahkan untuk membersihkan jalan raya. Ratusan penganggur bergabung dalam upaya pembersihan salju tersebut. Mereka menerima upah sebesar 1.600 dinar atau 10 euro. "Saya tidak bekerja selama berbulan-bulan dan saya memiliki keluarga yang harus diberi makan," ujar Zoran Djidovac (30), seorang pekerja. Menurut dia, pihak berwenang akan mempekerjakan mereka selama beberapa hari.
Sementara itu, di salah satu bandara tersibuk di Eropa, Bandara Schiphol, Amsterdam, ratusan penumpang terpaksa menghabiskan malam di bandara setelah penerbangan mereka ditunda atau dibatalkan. Cuaca beku juga membuat pasokan listrik terganggu. Sekitar 160 ribu orang di pusat kota dan selatan Italia tidak mendapat aliran listrik.
( Reuters / CN27 )