
SEMARANG, suaramerdeka.com - Menurut Kepala Dishubkominfo Jateng Urip Sihabudin, pelaksanaan pemadatan tanah di lokasi apron (pelataran pesawat) dan taxi way (jalan penghubung antara landas pacu dan apron) dalam pengembangan Bandara Ahmad Yani Semarang, direncanakan berlangsung selama delapan bulan.
Tanah yang memiliki luasan sekitar 10 hektare itu sebelumnya telah melalui proses lelang proyek. Pemenang lelang diharapkan bisa memperhatikan situasi hujan yang sering terjadi akhir-akhir ini. Dengan asumsi tersebut, pelaksana proyek harus menyiapkan peralatan yang cukup agar bisa merealisasikan target delapan bulan penyelesaian. Untuk pengerjaan fisik, ini sangat bergantung pada penyelesaian pemadatan tanah.
Urip menyatakan, jika kegiatan tersebut selesai bulan Oktober mendatang, maka akan diajukan dana pada APBD perubahan untuk pengerjaan fisiknya. Secara keseluruhan, pengembangan Bandara Ahmad Yani tersebut ditarget selesai pada bulan Juni 2013.
Gubernur Bibit Waluyo menyatakan, pengembangan bandara di Semarang ini masuk dalam program Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI).
Selain bandara, program MP3EI Jateng yaitu pembangunan jalan tol Semarang-Solo, Waduk Jatibarang, dan pengembangan Pelabuhan Tanjung Emas. Bandara di Semarang ini masih kalah jauh bila dibandingkan dengan Juanda Surabaya dan Soekarno Hatta Jakarta. Bila nantinya pembangunan Bandara Ahmad Yani sudah terselesaikan, ini akan berdampak pada pertumbuhan perekonomian di Jateng.
( Royce Wijaya / CN32 / JBSM )