
SLEMAN, suaramerdeka.com - Gencarnya kampanye penggunaan produk dalam negeri, dijawab SMK 2 Depok dengan merakit berbagai macam peralatan teknologi informasi (TI). Beberapa karya siswa SMK ini di antaranya netbook, personal computer (PC), dan LCD proyektor.
Bahkan, produk tersebut telah siap diluncurkan. Bukti kesiapan ini ditandai dengan penyaluran produk itu ke 34 SMK se-Provinsi DIY. Terinci, peralatan yang disalurkan berupa 468 unit netbook merek SMK Mugen, 203 PC merek SMK Relion, dan 80 LCD proyektor merek SMK Zyrex.
Kepala SMK 2 Depok, Aragani Mizan Zakaria menjelaskan, program merakit produk TI ini merupakan bantuan dari Direktorat Pembinaan SMK. "Siswa kami yang merakit mulai dari kelas X sampai XII. Selain meningkatkan kompetensi siswa, kegiatan merakit juga untuk mendukung industri kreatif," katanya.
Harga produk lokal ini relatif terjangkau. Netbook ukuran 10 inci dibandrol seharga Rp 2,3 juta per unit, PC Rp 2,5 juta/unit, dan LCD proyektor Rp 3,27 juta/unit.
Bupati Sleman Sri Purnomo menyatakan ketertarikannya membeli peralatan TI tersebut. "Asalkan tidak menyalahi aturan, bisa dipertimbangkan untuk jadi alat sarana perkantoran Pemkab," ujarnya.
Aturan yang dimaksud terkait ketentuan pengadaan barang dan jasa, yang mensyaratkan larangan penunjukan secara langsung. "Agar pemerintah daerah bisa memanfaatkan produk SMK, harus ada regulasi dari pemerintah pusat," tandasnya.
( Amelia Hapsari / CN31 / JBSM )