
KARANGANYAR, suaramerdeka.com – Menghapus kesan sekolah mahal, meski sudah berstatus Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI), SMA Negeri 1 Karanganyar siap menampung calon siswa dari keluarga tidak mampu.
"Syaratnya mereka pandai. Silakan mendaftar dan kami akan menampung berapapun. Kami akan bebaskan berbagai biaya jika memang keluarganya tidak mampu," kata Drs Shobirin Munir MPd, Kepala SMA 1 Karanganyar.
Tahun lalu, ada 101 siswa yang diberi keringanan pembiayaan sekolah, baik Sumbangan Pengembangan Institusi (SPI) maupun iuran rutin orang tua atau SPP. Bahkan, 10 anak di antaranya betul-betul dibebaskan dari semua biaya selama sekolah.
"Itu komitmen kami bahwa sekolah ini bukan hanya untuk anak-anak orang kaya saja. Kami ingin mengubah citra RSBI itu untuk siswa pandai, siswa yang memang memiliki kemampuan lebih dan memerlukan pengembangan yang lebih," katanya.
Dia mengaku sedih jika RSBI banyak diplesetkan menjadi rintisan sekolah berbiaya internasional. Apalagi banyak yang berkomentar hanya anak yang kaya saja yang bisa masuk. Sebab, kenyataan itu tidak semua benar. "Sekolah lain silakan dicap seperti itu. Tapi SMA 1 Karanganyar jangan sampai. Silakan cek berapa biaya di sini, begitu juga sumbangannya. Cek juga seberapa berkualitas proses belajar mengajar kami, dan juga bagaimana hasilnya."
Shobirin mengatakan, pihaknya memang masih memerlukan banyak biaya dan sebagian diharapkan sumbangan dari orang tua siswa. Sebab masih ada pengembangan sarana belajar seperti gedung baru yang akan digunakan untuk belajar siswa.
"Kami sudah merancang agar ke depan sekolah ini memiliki ruangan dan suasana belajar yang nyaman. Tentu itu masih memerlukan biaya besar. Tapi kami tidak memaksa orang tua siswa. Kami bicarakan semua baik-baik, berapa mereka akan menyumbang," katanya.
( Joko Dwi Hastanto / CN31 / JBSM )