
SLEMAN, suaramerdeka.com - Pembangunan hunian tetap (huntap) bagi korban erupsi Merapi ditarget rampung akhir tahun 2012. Pertengahan Februari ini, tahap kedua akan mulai dilaksanakan dengan sasaran 1.300-an unit rumah.
"Kami harapkan selesai awal Juli, sehingga bisa langsung masuk ke tahap berikutnya. Keseluruhan pekerjaan kami targetkan rampung akhir tahun ini," terang Kepala Proyek Manajemen Unit (PMU) Rekompak DIY-Jateng, Adjar Prayudi.
Sampai saat ini, sebagian proyek tahap pertama yang dimulai tahun lalu, masih berlangsung. Pada tahap awal, huntap yang dibangun sebanyak 572 unit tersebar di beberapa lokasi, antara lain Desa Wukirsari, Kepuharjo, Glagaharjo, dan Sindimartani.
Terpisah, Wakil Bupati Yuni Satia Rahayu menjelaskan, huntap yang dibangun di wilayah Sleman seluruhnya ada 3.023 unit. Sesuai perhitungan, pembangunan hunian tersebut membutuhkan lahan seluas 36,8 hektare, dan sebagian besar merupakan tanah kas desa. "Lahan desa ada sekitar 34,5 hektare. Laporan terakhir, yang sudah dibangun 2,8 hektare, dan berstatus siap bangun 5,7 hektare," rinci Yuni.
Sedangkan sisanya, lanjut dia, masih dalam proses administrasi pembebasan lahan. Pihaknya menjanjikan pemberian fasilitasi bagi warga yang membangun huntap di lahan pribadi maupun tanah milik desa. "Kami akan bantu fasilitasi sampai pengurusan sertifikat hak milik," katanya.
Terkait proses pengalihan status tanah kas desa menjadi milik perorangan, nantinya diatur melalui regulasi khusus. Pemkab akan membuat surat permohonan ke Mendagri, agar aset tanah bisa langsung dihibahkan kepada warga calon penghuni huntap.
( Amelia Hapsari / CN31 / JBSM )