
NAIROBI, suaramerdeka.com - Panen luar biasa setelah musim hujan dan pengiriman pangan oleh badan-badan bantuan mengakhiri kelaparan di Somalia untuk sementara. Namun, persediaan makanan bisa habis lagi pada Mei, kata Mark Bowden, Koordinator Kemanusiaan PBB untuk Somalia.
Kelaparan yang diumumkan, Juli 2011, menewaskan puluhan ribu warga Somalia selatan dan tengah yang sebagian besar dikuasai gerilyawan Al-Shabaab. Lebih dari 2,3 juta orang Somalia, hampir sepertiga dari penduduk, masih membutuhkan bantuan. "Kelaparan tidak ada lagi," kata Bowden.
"Jutaan orang masih membutuhkan makanan, air bersih, tempat berlindung dan bantuan lain untuk bisa bertahan. Dan keadaan diperkirakan memburuk pada Mei," jelasnya.
Sementara itu, pihak Al-Shabaab mengatakan, tidak ada krisis kelaparan di daerah-daerah Somalia yang dikuasainya, dan mereka menuduh badan-badan bantuan memperdaya penduduk.
Bowden juga mengungkapkan keprihatinan atas keputusan Al-Shabaab untuk menghentikan operasi Komite Internasional Palang Merah (ICRC) di wilayah yang mereka kuasai. Sebelumnya, Al-Shabaab melarang operasi ICRC dengan menuduhnya membagian makanan yang kadaluwarsa.
ICRC beroperasi di negara Tanduk Afrika itu selama 30 tahun terakhir, terutama memberikan bantuan medis. Organisasi itu menghentikan distribusi pangan bagi 1,1 juta orang di Somalia selatan dan tengah pada 12 Januari, dengan alasan pihak militan menghalangi pengiriman banatuan ke daerah-daerah di negara itu.
( Reuters / CN34 )