panel header


RUKUN AGAWE SANTOSA
Bersatu Kita Teguh
panel menu
panel news ticker
Bagi pencinta game online, kini telah hadir ribuan game yang bisa dimainkan secara gratis di suaramerdeka.com. Ayo para game mania, buruan manfaatkan kanal game online kami di http://suaramerdeka.matchmove.com/games
panel iklan Hosrizon
panel main 1
05 Februari 2012 | 08:52 wib
Daerah Perbatasan Disemprot Antimalaria

PURWOREJO, suaramerdeka.com - Penetapan status kejadian luar biasa (KLB) malaria di wilayah Kecamatan Kokap, Kabupaten Kulonprogo, Provinsi DIY membuat Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Purworejo juga melakukan langkah-langkah antisipasi.

Untuk mencegah mobilisasi nyamuk dari Kulonprogo ke wilayah Purworejo, desa yang berbatasan dengan wilayah yang ditetapkan KLB disempot antimalaria. Pengendaliannya dilakukan dengan penyemproten menggunakan metode indoor residual spraying (IRS) rg Dwitiya Suprijono, Kabid Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinkes menyebutkan, petugas melakukan  IRS di Desa Jatirejo, Kecamatan Kaligesing yang  merupakan daerah perbatasan dengan Kecamatan Kokap.

"Petugas kesehatan juga melakukan IRS di Desa Hargotirto Kokap jadi agar nyamuk tidak berpindah ke Purworejo. Dinkes melakukan hal yang sama di Jatirejo," katanya.
   
Langkah pencegahan itu, sambung Dwitiya, mengalami sejumlah kendala, terutama beratnya medan di wilayah perbukitan Menoreh tersebut. Akibatnya kendaraan petugas tidak bisa mengakses seluruh rumah target IRS. Diungkapkan Dwitiya, petugas harus berjalan kaki ratusan meter untuk berpindah dari satu rumah ke rumah lainnya. Pasalnya jarak antar rumah yang berjauhan dan tidak bisa diakses kendaraan.

Penyemprotan berlangsung lebih lama dari pencegahan malaria di kawasan datar. Seorang petugas hanya mampu menyemprot enam rumah dalam sehari, padahal jika aksesnya mudah, mereka bisa menyelesaikan sedikitnya delapan rumah. Sasaran IRS ini sekitar 200 rumah di Desa Jatirejo Kaligesing dengan melibatkan enam kader malaria sebagai petugas penyemprot. "Meski berat, IRS ini kami harapkan sudah selesai dalam waktu tiga hari," katanya.

Petugas Penyehatan Lingkungan Puskemas Kaligesing, Purbayu menambahkan, selain menyulitkan dalam proses penyemprotan, beratnya medan juga tidak memungkinkan untuk dilakukan gerakan pemberantasan sarang nyamuk. "Nyamuk anopeles sarangnya di semak belukar di pinggir hutan dan bertelur pada genangan air yang tidak terjangkau warga," jelasnya.

( Nur Kholiq / CN34 / JBSM )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter twitter dan Facebook Facebook
Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terkini lewat http://m.suaramerdeka.com
Dapatkan SM launcher untuk BlackBerry http://m.suaramerdeka.com/bb/bblauncher/SMLauncher.jad
Bookmark and Share
Baca Juga


Panel menu
Berita Terbaru
27 Mei 2012 | 13:40 wib
Dibaca: 126
27 Mei 2012 | 13:20 wib
Dibaca: 234
27 Mei 2012 | 13:05 wib
Dibaca: 107
27 Mei 2012 | 12:54 wib
Dibaca: 196
Panel menu tepopuler dan terkomentar
Berita Terpopuler
FOOTER