
LONDON, suaramerdeka.com - Gelombang dingin yang kian ekstrim di Eropa terus mendatangkan malapetaka ke seluruh benua, hingga menambahkan jumlah korban tewas menjadi sedikitnya 175 orang. Padahal, sebelumnya, jumlah korban akibat gelombang dingin hanya 89 orang.
Kementerian Dalam Negeri Polandia, Sabtu (4/2) melaporkan, bahwa delapan orang yang meninggal akibat kedinginan atau mengalami hipotermia. Sementara, dua korban meninggal lainnya mengalami sesak napas akibat keracunan karbon monoksida dari alat pemanas arang yang mereka pakai.
Pemerintah Rusia dan Ukraina kemudian mengambil tindakan ekstra sejak Jumat untuk melindungi para tunawisma. Mereka pun melakukan pemesanan fasilitas perawatan baru dan perawatan medis yang cukup, setelah puluhan orang mati membeku di jalanan. Sebagian besar korban meninggal akibat kurangnya sarana perawatan memang terjadi di Ukraina dan Rusia, tapi fasilitas penunjang juga dilaporkan mengalami kerusakan di Bosnia, Serbia dan Belanda.
( lip6 / CN31 )