
JAKARTA, suaramerdeka.com - Adanya jaringan peredaran narkoba di kalangan kru Lion Air patut diselidiki lebih intensif. Sebab, adanya pilot yang tertangkap karena penyalahgunaan sabu atau narkoba, merupakan kali ketiga dalam satu tahun terakhir.
"Semuanya dari Lion. Untuk itu, manajemen Lion harus ikut bertanggung jawab atas kelemahan sistemnya. Sehingga, terus menerus kebobolan kasus narkoba di kalangan penerbangnya," kata pengamat penerbangan, Alvin Lie, dalam pesan singkatnya, Sabtu (4/2).
Dia menambahkan, demi menjamin keselamatan penerbangan dan juga memisahkan penerbang Lion yang bersih dengan pengguna narkoba, sebaiknya Dirjen Perhubungan Udara mewajibkan seluruh penerbang Lion diuji sample urine dan darahnya. Dan, apabila ternyata ditemukan kru yang pengguna narkoba lagi, menurut Alvin, maka Direktorat Jenderal Perhubungan Udara perlu pertimbangkan sanksi bekukan izin terbang Lion Air seluruhnya.
"Hal itu untuk fasilitasi penyaringan penerbang yang bersih dari penerbang yang ternoda narkoba. Uji narkoba sebaiknya juga mencakup awak kabin dan tidak hanya kepada penerbang saja," tandasnya.
( Saktia Andri Susilo / CN31 / JBSM )