
KHARTOUM, suaramerdeka.com - “Baju ini bagus berapa harganya?” “Kalau yang ini berapa harganya? ….. Pertanyaan semacam itu kerap ditanyakan oleh pengunjung pameran yang datang dan melihat Paviliun Indonesia. Mereka menunjukkan ketertarikan yang tinggi atas barang-barang koleksi DWP KBRI Khartoum yang turut dipamerkan di Paviliun Indonesia.
Tidak hanya para pengunjung, tetapi para peserta pameran yang berasal dari Mesir, Suriah, Jordan, Italia pun terlihat sangat tertarik. Produk-produk seperti pakaian batik untuk perempuan, mukenah dengan hiasan rajutan dan bahkan bumbu masakan pun juga diminati. “Kami mencoba membantu memperkenalkan produk-produk Indonesia melalui koleksi yang kami miliki, alhamdulillah sangat diminati dan telah dijual”, Kata Ketua DWP KBRI Khartoum, Ibu Nanny Sujatmiko. dirilis dari situs resmi Kemenlu.
Untuk partisipasi tahun ini, KBRI Khartoum tidak hanya menampilkan contoh-contoh produk unggulan seperti ban, suku cadang kendaraan bermotor, benda-benda seni, tetapi juga mencoba menjual beberapa koleksi pakaian. “Kami mencoba sesuatu yang baru. Berdasarkan pengalaman tahun 2011 lalu dan kesuksesan bazaar yang kami gelar pada tanggal 7 Januari yang lalu, kami hendak memanfaatkan momentum ketertarikan masyarakat Sudan akan produk pakaian batik dan produk-produk lainnya”, sebut Duta Besar Sujatmiko.
Selain Indonesia, Malaysia juga turut berpartisipasi dengan membuka stand Malaysia Trade yang berkantor di Mesir, yang bertanggung jawab atas promosi perdagangan Malaysia dengan seluruh negara di Afrika. Kedutaan Italia pun turut membuka beberapa stand yang memamerkan produk elektronik dan teknologi.
Tidak ketinggalan Kuwait, yang pada tahun sebelumnya tidak ikut serta, kini mempromosikan produk-produk toiletries dan produk-produk unggulan lainnya. Mesir dan Iran, masing-masing membuka stand yang cukup besar, dengan memamerkan berbagai macam produk seperti keramik, peralatan elektronik, perhiasan, produk-produk plastic, dan lain sebagainya. Selain itu, Jordan, Kenya, Tchad, Ethiopia dan Brasil melalui Kamar Dagangnya juga turut berpartisipasi aktif.
Sudan sebagai tuan rumah, tidak mau ketinggalan memamerkan berbagai produk-produk yang mereka miliki, termasuk keberhasilan pencapaian mereka membuat pesawat terbang dan helikopter yang telah dimulai sejak tahun 2009. Pameran Internasional Khartoum yang bertajuk the 29th International Fair of Khartoum telah resmi ditutup semalam tanggal 1 Februari 2012, namun telah meninggalkan kesan yang begitu mendalam bagaimana Sudan telah menjadi pasar yang menggiurkan bagi berbagai produk-produk rumah tangga, elektronik hingga alat berat.
Sangat disayangkan partisipasi Indonesia dalam pameran tersebut hanya dapat diwakili oleh KBRI Khartoum yang hanya mampu menampilkan sebagian kecil sample dan banner, tanpa ada partisipasi aktif dari pengusaha-pengusaha Indonesia untuk memanfaatkan ceruk pasar Sudan terutama untuk produk elektronik, otomotif dan suku cadang, kertas dan tekstil yang merupakan produk utama yang diimpor oleh Sudan.
Pameran ini diperkirakan dikunjungi sekitar 15.000 orang dan 40% di antaranya mampir ke anjungan RI. “Pada bulan April ini, Sudan akan menyelenggarakan pameran internasional untuk produk-produk farmasi dan kami sangat berharap, para pengusaha Indonesia dapat memanfaatkan event ini. Saya juga berharap kiranya para pengusaha Indonesia dapat berpartisipasi aktif dalam pameran Internasional yang diselenggarakan di Sudan tahun depan”, tutup Sujatmiko.