
PALEMBANG, suaramerdeka.com - Seorang mahasiswi Universitas Sriwijaya (Unsri) bernama Widia harus menerima luka goresan senjata tajam pada jari kelingkingnya setelah dia menjadi korban penodongan di angkot.
Saat Widia berada dalam angkot Ampera-Plaju, di kawasan Jl A Yani Kel 8 Ulu Kec SU I Palembang, Jumat (3/2) pukul 16.00, Widia terlibat tarik-tarikan tas dengan pelaku penodongan yang hendak merampas paksa tasnya tersebut. Jari kelingking Widia pun digores senjata tajam.
Setelah merampas tas korban, dua pelaku yang salah satunya membawa sajam langsung turun dari angkot dan kabur ke arah Lrg Fajar di Jl A Yani Kelurahan 8 Ulu Kecamatan SU I Palembang.
"Aku duduk di bangku pinggir. Terus pelakunya yang ada orang langsung duduk mempet dekat aku. Satu pelaku langsung mengeluarkan pisau dan minta tas. Waktu pelaku ambil tas dan turun dari angkot, tidak ada orang yang nolong. Sopir angkotnya tahu aku lagi ditodong, tapi diam bae," ujar Widia sambil menangis.
Kapolresta Palembang Kombes Pol Sabaruddin Ginting melalui Kasat Reskrim Kompol Frido Situmorang, membenarkan telah menerima laporan dari korban pelapor.
Menerima laporan tersebut petugas langsung ke TKP dan melakukan pengejaran terhadap pelaku aksi penodongan yang meresahkan masyarakat.
( trb / CN32 )