
REMBANG, suaramerdeka.com – Dua orang meninggal, dua orang lainnya luka berat setelah terlibat kecelakaan yang melibatkan sebuah bus pariwisata PO Haryanto dan tiga sepeda motor di ruas Jalan Pantura Desa Banyudono, Kecamatan Kaliori, Kabupaten Rembang, Jumat (3/2) sore.
Korban meninggal masing-masing Kurmin (40), warga RT 2 RW 1, Desa Mondoteko, Kecamatan/Kabupaten Rembang, mengendarai sepeda motor Honda Karisma K 6450 LD dan Winrizal (35), warga Bojong, Bandung, mengendarai sepeda motor Honda Supra X 125 K 6675 UE.
Sedangkan dua korban luka lainnya masing-masing Mahmudah (18), warga RT 1 RW 2 Desa Waru, Kecamatan/Kabupaten Rembang mengendarai Honda Supra X K 6401 BD dan kernet bus Kamad Sonjaya (55), warga Purwosari, Kudus.
Kecelakaan beruntun itu bermula saat bus dengan nomor polisi B 7687 IG yang dikendarai Alex (35), warga Sarang, Rembang, selip dan oleng ketika menyalip sebuah kendaraan, sekitar pukul 17.00. Jalanan yang licin setelah diguyur hujan membuat laju bus tak terkendali hingga berputar melintang di jalan.
Dari arah berlawanan muncul tiga korban mengendarai sepeda motor berbeda. Nahas, mereka tak sempat mengerem dan menghindar karena laju bus yang tak karuan. Bus akhirnya berhenti berbalik arah 180 derajat setelah menabrak pohon dan pagar rumah di sisi utara jalan.
Untung saja bus dari Madura menuju Kudus itu sedang tak membawa penumpang. Bagian depan bus ringsek parah, sebagian kaca pecah. "Saya sudah berpikir mati pada saat itu. Beruntung saya masih bisa selamat," katanya.
Sementara itu, Mahmudah yang mengalami luka parah hingga Jumat malam masih menjalani perawatan intensif di UGD RSUD dr R Soetrasno Rembang. Begitu juga dengan kenek bus Kemad yang menderita luka di tangan dan kakinya.
Kasatlantas Polres Rembang AKP Dudi Pramudia mengatakan masih memeriksa sopir bus yang diduga menjadi penyebab kecelakaan maut tersebut. "Melihat jalanan yang licin seharusnya sopir bus tak memaksakan menyalip kendaraan dalam kecepatan tinggi," terangnya.
( Saiful Annas / CN32 / JBSM )