
SOLO, suaramerdeka.com – Balai Besar Wilayah Sungai Bangawan Solo (BBWSBS) menyiapkan sekitar Rp 54 miliar untuk revitalisasi Bangawan Solo pada 2012. Dibandingkan 2011, anggaran tahun ini naik sebesar Rp 24 miliar.
"Revitalisasi ini lebih pada perbaikan dan pengaturan Bengawan Solo serta anak-anak sungainya. Dulu 2011 hanya Rp 30 miliar, sekarang Rp 54 miliar. Namun khusus untuk penanganan bantaran di Kota Solo belum kami rinci anggaran yang dibutuhkan. Hanya saja ada banyak proyek yang akan dikerjakan di Solo ini," ungkap Kasi Pelaksana Sungai dan Pantai BBWSBS, Ir. Salimin, Jumat (3/2).
Menurut Salimin, pekerjaan yang dilakukan di bantaran Solo adalah melanjutkan proyek talutisasi 5,5 km. Yakni di kawasan Kelurahan Pucangsawit, Sewu, Semanggi dan Jurug. Tidak hanya itu, pembuatan pompa baru juga akan dilakukan di dua tempat yaitu di kawasan Pucangsawit dan Jurug.
"Baru akan kami kerjakan satu hingga dua bulan mendatang. Beberapa hari ini sudah kami lakukan peninjauan lapangan, pengukuran tempat dan pemasangan patok beton dulu," terang dia.
Sama seperti 2011, pada 2012 ini pihaknya khawatir proyek yang sudah direncanakan dengan matang tertunda kembali.
Pasalnya proyek yang dikerjakan BBWSBS di Kota Bengawan itu, terhalang dengan masalah sosial warga. Tidak lain adalah hunian warga yang menempati tanah di garis sepadan atau perataturan minimal 15 meter dari bibir sungai tidak boleh didirikan bangunan.
"Tapi kenyataannya hingga kini belum diatasi seperti di Sewu dan Semanggi. Kami sudah koordinasi dengan Pemkot perihal itu. Kami harap 2012 bisa terselesaikan dan bantaran sungai bersih," ujarnya.
( Asep Abdullah / CN32 / JBSM )