
MANILA, suaramerdea.com - Militer Filipina menyatakan telah menewaskan seorang pria yang berada di daftar paling dicari FBI dan dua gerilyawan senior lainnya dalam serangan udara dini hari (2/2) tadi, di pulau selatan negara kepulauan itu.
Sekitar 15 militan tewas dalam serangan udara Kamis (2/2) pagi di pulau Sulu, bagian dari wilayah otonomi Muslim Mindanao, menurut juru bicara angkatan bersenjata Filipina.
Juru bicara militer Filipina, Kolonel Arnulfo Marcelo Burgos, mengatakan, mereka yang ditembak mati termasuk dua tokoh senior dalam Jemaah Islamiyah dan anggota Abu Sayyaf kelompok militan.
Pejabat AS memiliki hadiah $ 5 juta untuk penangkapan pemimpin Jemaah Islamiyah Zulkifli bin Abdul Hir, menurut situs FBI. Warga Malaysia yang bernama lain Marwan itu, berada di daftar paling dicari FBI karena diduga telah memberikan dukungan material kepada teroris dan merupakan salah satu otak jaringan teror global.
Kolonel Arnulfo menambahkan, Muawiyah, seorang anggota Jemaah Islamiyah Mohammad Ali, dan Abu Sayyaf pemimpin Gumbahali Jumdail juga di antara mereka yang tewas. "Serangan udara itu merupakan upaya bersama antara angkatan darat, angkatan udara, angkatan laut dan polisi dan sangat singkat namun tepat," katanya.
( CNN , Linda Putri / CN33 )