
KEBUMEN, suaramerdeka.com - Sejak dikabarkan meninggal di Arab Saudi lebih dari dua minggu lalu, persisnya tanggal 15 Januari, jenazah Muryono (45), TKI asal Desa Kaleng, Kecamatan Puring yang meninggal di Arab Saudi belum juga dipulangkan ke tanah air. Bahkan pihak keluarga belum mengetahui kepastian kapan jenazah pria yang bekerja sebagai sopir itu dipulangkan.
Pemkab Kebumen melalui Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Sosial (Disnakertransos) Kebumen, akhirnya jemput bola dengan mengirimkan utusan ke PT Karyananda Adipertiwi Jakarta selaku PJTKI yang memberangkatkan almarhum, Jumat (3/2).
Pengiriman utusan tersebut dimaksudkan untuk mencari kejelasan kepulangan jenazah Muryono ke Tanah Air. Sekaligus untuk mengetahui berbagai hal terkait dengan proses dan mekanisme pengurusan pemulangan jenazah dari Arab.
Kepala Disnakertransos Kebumen Drs Eko Widiyanto mengaku sejak pertama mendengar kabar meninggalnya Muryono, pihaknya langsung merespon, dengan mengecek langsung ke keluarga korban.
Pihaknya juga melaporkan kejadian itu ke Bupati Kebumen, terkait pengawalan apa yang harus segera dilakukan. "Selain itu kami telah melaporkannya ke Dinas Tenaga Kerja Propinsi Jateng," ujar Eko Widiyanto kepada Suara Merdeka, Jumat (3/2).
Eko menambahkan, kasus kematian TKI asal kebumen di luar negeri menjadi keprihatinan bersama. Dia menambahkan, risiko kerja di luar negeri sebenarnya bisa dieliminir asalkan calon TKI melalui prosedur yang telah ditentukan. "Dengan memenuhi mekanisme dan prosedur yang benar, berarti itu sudah awal dari perlindungan TKI itu sendiri," imbuhnya.
( Supriyanto / CN33 / JBSM )