
PANEN BANDENG: Sejumlah petambak bandeng di Kelurahan Muarareja, Kecamatan Tegal Barat, Kota Tegal menjual hasil panen. Menurunnya harga jual bandeng di pasaran dikeluhkan sejumlah petambak. (suaramerdeka.com/ Wawan Hudiyanto)
TEGAL, suaramerdeka.com - Sejak pertengahan Januari 2012 harga bandeng segar dari tambak petani di Kota Tegal dan sekitarnya terus merosot. Sebelumnya, harga mencapai Rp 17.000/kg, namun kini hanya tinggal Rp 11.000/kg.
Kondisi demikian, dikeluhkan sejumlah petambak bandeng di Kelurahan Muarareja, Kecamatan Tegal Barat. Salah seorang petambak, Ruwat (56), mengatakan akibat merosotnya harga bandeng di pasaran banyak petambak yang merugi. "Banyak pula petambak terpaksa menunda panen sambil menunggu harga membaik," katanya, Jumat (3/2).
Menurut dia, saat ini hasil panen juga tidak bisa maksimal. Hal itu terjadi karena cuaca buruk serta serangan hama yang mengganggu perkembangan bandeng. Dari areal tambak seluas satu hektare, saat kondisi baik, biasanya bisa dipanen sebanyak satu ton bandeng. Namun, saat ini hanya rata-rata 600 kwintal.
Sementara itu, salah seorang pedagang bandeng, Fendi (30) mengatakan, penurunan harga antara lain disebabkan pasokan bandeng dipasaran melimpah. Selain itu, kondisi bandeng kurang baik karena ukurannya kecil. "Perkembangan bandeng tidak bisa maksimal karena tambak banyak ditumbuhi rumput laut serta maraknya serangan hama," katanya.
Dia menambahkan, biasanya bandeng yang dibeli dari para petambak di Kelurahan Muarareja dijual kembali ke pasar. Diperkirakan, harga bandeng kembali stabil ketika musim hujan berhenti dan pasokan di pasaran sudah berkurang.