
BANDUNG, suaramerdeka.com – Status Gunung Semeru (3.676 mdpl) dinaikkan setingkat lebih tinggi menjadi Siaga, menyusul terjadinya peningkatan aktivitas vulkanik gunung di Lumajang, Jatim itu. Salah satu pemicu utamanya adalah guguran awan panas sepanjang 2,5 km dari bibir kawah Jonggring Saloko.
Menurut Kabid Pengamatan dan Penyelidikan PVMBG, M Hendrasto, mengatakan, tren peningkatan telah berlangsung dalam sebulan terakhir. Terjadi penumpukan material vulkanik di puncak lewat fenomena titik api diam dan guguran lava pijar di puncak.
"Guguran awan panas sejauh 2,5 Km terjadi Kamis lalu. Potensi jarak luncuran menjadi lebih jauh juga terbuka. Di samping itu, masyarakat juga perlu mewaspadai gelontoran material panas Semeru melalui aliran lahar di sejumlah sungai," tandasnya di Bandung, Jumat (3/2).
PVMBG menghimbau masyarakat sekitar untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius 4 Km dari puncak. Bagian lereng tenggara kawah aktif Semeru juga patut diwaspadai. Pasalnya, kawasan tersebut merupakan wilayah bukan aktif kawah.
Khusus aliran lahar, pria asal Solo itu menyebutkan ancaman yang lebih besar. Aliran laharnya tidak hanya membawa lumpur tapi besar kemungkinan bisa berupa material panas. "Airnya yang menggelontor bisa dalam kondisi mendidih. Perlu diwaspadai," katanya.
Untuk itu, warga yang kerap menyebrang perlu mewaspadai sejumlah sungai yang berhulu di Semeru di antaranya Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Kobokan. Meski demikian, masyarakat diminta tidak terpancing isu-isu yang menyesatkan terkait aktivitas gunung Semeru.
( Setiady Dwi / CN33 / JBSM )