
SEMARANG, suaramerdeka.com - Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) bagi jenjang SMA/SMK/MA/SMALB di Jawa Tengah akan melibatkan 2.613 orang pengawas. Sementara, dalam pengawasan di tiap satuan pendidikan nanti akan ditangani oleh Universitas Negeri Semarang (Unnes) dan Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Jawa Tengah.
Penanggung jawab Pengawasan UN Jateng Prof Fathur Rokhman mengatakan, para pengawas tersebut berasal dari unsur dosen dan guru. Pengawasan yang akan dilakukan pada UN nanti sesuai dengan prosedur operasional baku.
"Pada tahun sebelumnya Unnes bertanggung jawab sendiri dalam pengawasan UN, namun tahun ini berkoordinasi dengan LPMP. Tujuannya yakni untuk mendorong siswa untuk lebih jujur dan teliti, sekaligus mengantisipasi kebocoran soal," ungkapnya.
Tugas pengawas pada penyelenggaraan UN nanti, ungkapnya, tidak hanya mengawasi siswa saat mengerjakan soal ujian. Akan tetapi, juga mengawal pendistribusian soal dari dinas pendidikan hingga ke masing-masing satuan pendidikan.
"Kami memang ingin jaga ketat proses UN ini, salah satu alasannya untuk mempertahankan Jawa Tengah sebagai provinsi putih," kata Pembantu Rektor IV Unnes ini.
Ia menambahkan, pengawasan UN tahun ini akan melibatkan 12 perguruan tinggi negeri dan 61 perguruan tinggi swasta di Jawa Tengah. Para pengawas itu akan disebar ke 2.589 sekolah dan untuk mengawasi 311.413 siswa peserta UN.
Sementara itu, untuk menghindari kecurangan, soal UN akan dibuat berbeda dalam lima variasi. "Harapannya dengan begitu pelaksanaan UN bisa lancar, dan pengawas juga lebih cermat dalam mengingatkan dan mengecek soal serta membantu mengisi data-data di lembar jawaban," tandasnya.
( Anggun Puspita / CN33 / JBSM )