
BERLUBANG: Bantalan kayu yang mulai terlepas, menjadikan jembatan berlubang. Pengendara motor pun perlu hati-hati. (suaramerdeka.com / Bambang Isti)
SEMARANG, suaramerdeka.com - Kondisi jembatan alternatif yang bersebelahan dengan jembatan utama Sungai Banjirkanal Timur Semarang, saat ini membahayakan. Sepeda motor atau becak yang melintasi jembatan itu dikhawatirkan bisa terperosok, menyusul banyaknya bantalan kayu yang terlepas dan menjadikan jembatan bolong di sana-sini.
Meski jembatan selebar 2,5 meter dan panjang 75 meter ini sampai hari Jumat (3/2) masih layak dilewati warga, namun tetap saja perlu mendapat perhatian dinas terkait, mengingat beberapa komponen yang lepas. Beberapa sekrup pun banyak yang sudah copot. Akibatnya, jika dilewati, kayu-kayu itu bergoyang dan menimbulkan bunyi.
Jembatan ini menjadi alternatif warga untuk menghungkan Kelurahan Bugangan Kecamatan Semarang Tengah dengan Kelurahan Sawah Besar, Kecamatan Gayamsari dan menjadi akses mudah untk dua kecamatan itu.
Dalam satu hari sebanyak ratusan sepeda motor melintasi jembatan kecil ini, karena warga enggan melewati jembatan utama. "Setiap hari, saya lewat jembatan ini karena lebih cepat dan dekat dengan rumah," kata Murni, warga jalan Gajah, Semarang.
Penggantian beberapa kayu tampaknya harus segera dilakukan, kalau tidak ingin jembatan ini dilarang untuk dilintasi.
( Bambang Isti / CN33 / JBSM )