
LUMAJANG, suaramerdeka.com - Kabar bencana alam berupa banjir dan tanah longsor terjadi di sejumlah daerah di Indonesia terus kita dengar dan saksikan. Di Kabupaten Lumajang, Jatim, dikabarkan Gunung Semeru menunjukkan peningkatan aktifitas di gunung itu. Kendati demikian, warga yang bertempat tinggal di sekitar kaki Semeru diminta tetap tenang.
Informasi yang dihimpun Suara Merdeka dari Surabaya, Kamis (2/2), menyebutkan, sekitar pukul 07:47 WIB hari ini terjadi peningkatan aktifitas di gunung itu. Ada guguran lava pijar beberapa hari ini. Pada gunung tertinggi di Pulau Jawa itu kemarin pagi terjadi guguran lidah lava yang membentuk awan panas.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Lumajang, Rochani, mengatakan, pihaknya memperoleh informasi dari petugas Pos Pengamatan Semeru di Gunung Sawur yang berada di Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Lumajang tentang peningkatan aktifitas di Semeru. Awan panas berguguran dengan jarak luncur 2.500 meter dari bibir kawah. "Lidah lava dari bibir kawah mencapai 750 meter," katanya.
Ketika guguran lava pijar dan jadi awan panas itu berlangsung, kondisi Semeru diselimuti kabut. Sehingga munculnya awan panas tak terlihat secara kasat mata. Melihat perkembangan itu, petugas pengamatan Semeru di Pos Gunung Sawur langsung melaporkan ke otoritas terkait di Bandung.
Semeru adalah gunung berapi tertinggi di Pulau Jawa. Gunung ini berada di antara wilayah Kabupaten Malang dan Lumajang, dengan posisi geografis antara 8°06' LS dan 120°55' BT. Puncaknya bernama Mahameru dengan posisi 3.676 meter dari permukaan laut (mdpl). Kawah di puncak Gunung Semeru dikenal dengan nama Jonggring Saloko.
( Ainur Rohim / CN32 / JBSM )