
JAKARTA, suaramerdeka.com - Pada Kamis (2/2) sekitar pukul 09.30 WIT, kembali terjadi penembakan oleh orang tak dikenal di Papua. Kali ini nasib naas dialami oleh empat orang tukang ojek di Kampung Kulirik, Kecamatan/Distrik Mulia, Kabupaten Puncak Jaya.
Pelakunya penembakan diduga terkait dengan kelompok bersenjata yang menginginkan kemerdekaan Papua, demikian dikemukakan Wakil Kepala Polda Papua Brigjen Pol Paulus Waterpauw. "Memang betul telah terjadi penembakan tukang ojek di Kampung Kulirik, Distrik Mulia, Kabupaten Puncak Jaya," kata Paulus.
Kronologis kejadiannya adalah, bermula pada pukul 09.20 WIT, korban bersama 4 orang rekan tukang ojek lainnya hendak mengantar penumpang dari Pasar Wuyukwi ke arah Kampung Kulirik.
Setibanya di Kampung Kulirik tepatnya di dekat jembatan Kampung Kulirik, keempat tukang ojek tersebut ditembak. "Dua orang di antaranya tertembak, dan dua tukang ojek lainnya selamat," kata Paulus, mantan Kadit Reserse dan Kriminal Polda Papua.
Menurutnya, pagi itu, ada penumpang dari Pasar Wuyuki meminta tukang ojek agar mengantarkannya ke Kampung Kulirik. Keempat orang ini meminta diantar sampai kampung Kulirik. Padahal sudah ada aturan dari petugas setempat, kalau tidak terpaksa, tidak boleh orang pendatang masuk sampai ke kampung bawah, Kampung Kulirik, Mulia, Kabupaten Puncak Jaya.
"Mungkin karena tawarannya mahal, maka dibawalah empat penumpang itu. Tapi setelah pulang, dari Kampung Kulirik, mereka diadang dan ditembaklah dua pengojek."
( dtc / CN32 )