
JAKARTA, suaramerdeka.com - Lagi, tiga tahanan Lembaga Pemasyarakatan (LP) Bima yang lepas menyerahkan diri. Sehingga total tahanan yang telah menyerahkan diri adalah 10 orang dari 53 tahanan yang lepas.
Hal itu diungkapkan oleh Kepala Divisi Humas, Irjen Saud Usman Nasution di Mabes Polri, Kamis (2/2).
"Kepada yang lain yang belum menyerahkan diri, kami himbau agar menyerahkan diri untuk mempercepat proses hukumnya, sehingga nantinya mereka bisa menjalankan aktivitasnya seperti semula," ujar Saud.
Menurutnya, sebagaian berkas perkara tahanan yang lepas tersebut sudah lengkap (P21) dan sudah pelimpahan tahap dua. Sehingga tinggal menunggu agenda persidangan.
Seperti diberitakan, ribuan warga mengamuk dan membakar kantor bupati serta kantor KPU Bima, Nusa Tenggara Barat, Kamis (26/1) sore. Massa juga membebaskan paksa 53 orang tahanan dari Lembaga Pemasyarakatan (LP) Raba, Bima.
Ribuan warga itu mendatangi LP Raba dan meminta para tahanan titipan polisi terkait insiden berdarah di Pelabuhan Sape, 24 Desember 2011, dilepas saat itu juga. Massa mengancam jika tidak dilepas, maka LP akan dibakar. Petugas LP pun memenuhi tuntutan mereka.
Puluhan ribu warga itu berunjuk rasa di kantor Bupati terkait penanganan insiden di Pelabuhan Sape pada 24 Desember lalu, yang menewaskan tiga pengunjuk rasa. Sebagai bentuk kerusuhan sebulan lalu itu polisi memang menahan 53 warga.
Dalam unjuk rasa tersebut, selain bangunan, sepeda motor dan mobil di kompleks kantor bupati juga dibakar massa. Massa mengamuk karena diadang oleh aparat kepolisian ketika hendak masuk kompleks kantor itu.
( Nurokhman / CN32 / JBSM )